SIBOLGA, METRODAILY – Badan SAR Nasional (Basarnas) Sibolga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengelola armada wisata, untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di kawasan perairan Sibolga-Nias.
Peringatan ini disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan adanya potensi peningkatan gelombang dalam beberapa hari terakhir.
Koordinator Pos SAR Sibolga, Dermawan Sinaga, menjelaskan gelombang tinggi tidak hanya dipicu cuaca ekstrem, tetapi juga bisa terjadi saat musim panas.
Baca Juga: Xenia Tergelincir Hantam Fuso di Jalinsum Humbahas, 3 Penumpang Luka
Tiupan angin kencang dengan jangkauan luas dan durasi panjang dapat memicu fenomena yang oleh nelayan Sibolga disebut “badai kering”.
“Badai kering ini bisa membawa angin cukup kencang dan berpotensi menyebabkan kecelakaan di laut, seperti kapal terbalik. Karena itu kapal nelayan maupun armada wisata disarankan segera bersandar di pulau terdekat ketika kondisi tersebut muncul,” ujar Dermawan saat program Kentongan Pro1 RRI Sibolga, Sabtu (30/8/2025).
Basarnas Sibolga juga menyampaikan sejumlah imbauan mitigasi keselamatan laut, antara lain:
-
Menghindari badai kering dengan segera menepi ke pulau terdekat.
-
Mempersiapkan alat pelindung diri (APD) seperti life jacket, ring buoy, atau ban dalam mobil.
-
Membangun sistem komunikasi menggunakan handy talkie (HT) agar terhubung dengan darat.
-
Menghindari blankspot dengan menyiapkan perangkat komunikasi alternatif.
-
Tidak membawa muatan berlebih (overload) agar kapal tetap seimbang saat berlayar.
Baca Juga: Demo PERMAK ke DPRD dan Inspektorat Tapteng Ditunda, Ini Alasannya
Dermawan menegaskan, keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas. Nakhoda juga diingatkan menjaga kondisi fisik dan mental agar tidak mengganggu keselamatan penumpang maupun awak kapal. (net)
Editor : Editor Satu