Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Mahasiswa Cipayung Plus Unjuk Rasa ke DPRD Asahan Sampaikan Enam Tuntutan

Edi Saragih • Senin, 1 September 2025 | 18:41 WIB

 

Bupati Asahan ikut menyambut aksi unjukrasa Cipayung Plus di Kantor DPRD Asahan.
Bupati Asahan ikut menyambut aksi unjukrasa Cipayung Plus di Kantor DPRD Asahan.

ASAHAN,METRO DAILY - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus di Kabupaten Asahan melakukan unjuk rasa secara damai di gedung DPRD Asahan, yang disambut langsung oleh Bupati dan Forkopimda Asahan,mereka menyampaikan enam tuntutan terhadap Pemerintah Pusat, Senin (1/9/25).

Oksi mahasiswa itu dimulai dengan berjalan kaki dari kampus Universitas Asahan menuju kantor DPRD Asahan. Selain itu,Mehasiswa melakukan sholat ghaib untuk mengenang jatuh nya korban jiwa di jakarta pada saat aksi, kegiatan tersebut diikuti oleh Bupati dan Forkopimda.

Kordinator masing masing dari organisasi kemahasiswaan mengatakan, bahwa kedatangan mereka ke gedung DPRD Asahan untuk menyampaikan aspirasi.

"Kami datang ke gedung DPRD Asahan ini untuk menyampaikan aspirasi,mereka menilai kebijakan dari pemerintah dan DPRD tidak pro terhadap Rakyat khususnya masyarakat kabupaten Asahan," kata koordinator aksi dari HMI Alwi Tanjung

Mereka juga menyampaikan enam tuntutan, diantaranya membatalkan tunjangan DPR RI, mencopot jabatan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan, mendesak DPR RI untuk mengesahkan undang-undang perampasan aset, meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun ke Kabupaten Asahan guna memperhatikan APBD Kabupaten Asahan yang mana programnya tidak pro terhadap rakyat.

Selain itu mereka meminta menyelesaikan permasalahan yang ada di daerah kabupaten Asahan, seperti permasalahan kemiskinan, kesehatan, kepemudaan dan pendidikan,melibatkan buah pikiran mahasiswa dalam rencana-rencana program kerja untuk membangun Asahan. "Kami meminta agar tuntutan ini disampaikan ke tingkat pusat agar bisa ditindaklanjuti," jelas koordinator aksi.

Mahasiswa juga melakukan penandatanganan dengan pihak pemerintah dan forkopimda tentang kesepakatan tuntutan.Selanjutnya surat tersebut dikirim ke tingkat pusat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus juga menyampaikan tuntutan untuk meningkatkan gaji guru honorer yang saat ini tidak mencukupi bagi guru yang berstatus honorer.

"Guru bukan lah beban negara, namun guru menciptakan generasi penerus yang mencerdaskan anak bangsa untuk membangun negeri ini agar lebih baik," ucapnya.

Selain itu Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, mengapresiasi aksi damai yang dilakukan oleh para adik-adik mahasiswa. "Untuk menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh undang-undang, siapa saja boleh menyampaikan pendapat asal jangan anarkis," bebernya

Taufik berjanji akan berbenah untuk kemajuan pembangununan Asahan, dengan program yang akan dijalankan tetap pro terhadap masyarakat. "Kami akan terus melakukan membenahi program yang sudah kami laksanakan pro terhadap masyarakat Asahan," jelas Taufik.(Gaf)

Editor : Metro-Esa