MEDAN, METRODAILY – Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Jumat (29/8/2025), berakhir ricuh.
Massa yang sudah tiga hari berturut-turut melakukan aksi, melempari polisi dengan batu dan benda tumpul. Aparat pun membalas dengan tembakan gas air mata.
Kericuhan berlangsung cukup lama. Bentrokan antara aparat kepolisian dan massa aksi tercatat berlangsung hingga empat jam, dari sore hingga pukul 19.00 WIB.
Seorang pengunjuk rasa di depan Sun Plaza Medan menjadi korban dalam insiden ini. Ia mengalami luka-luka setelah terkena lemparan saat massa berhamburan menghindari gas air mata.
Pantauan di lapangan menunjukkan jumlah massa semakin besar pada hari ketiga aksi. Suasana memanas ketika pengunjuk rasa melempari aparat keamanan saat berorasi.
Polisi yang melakukan pengamanan akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
“Merdeka! Kami rakyat kecil, biarkan kami menyuarakan kebenaran,” teriak seorang demonstran. Mereka juga meminta aparat agar tidak bertindak kasar terhadap peserta aksi.
Sementara itu, polisi yang berjaga di lokasi mengimbau agar aksi tetap dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
“Semuanya tertib, jangan ada yang mengganggu keamanan,” ujar seorang petugas kepolisian di lapangan.
Hingga malam hari, massa aksi mulai membubarkan diri setelah polisi memperketat penjagaan di sekitar DPRD Sumut dan kawasan Sun Plaza. (Sya)
Editor : Editor Satu