SIBOLGA, METRODAILY – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Massif Perjuangan Rakyat (GEMPAR) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga, Kamis (28/8/2025).
Mereka menuding berbagai laporan dugaan korupsi di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) justru mengendap tanpa kepastian hukum.
Koordinator aksi Irwansyah Daulay menilai Kejari Sibolga di bawah kepemimpinan Syaiful Alam Yuliastana gagal memberikan progres nyata.
“Berbelit-belitnya penanganan kasus korupsi bukti tidak seriusnya Kejari. Skandal yang merampas uang rakyat justru berujung ketidakpastian hukum,” tegasnya.
Dalam pernyataan sikapnya, GEMPAR melayangkan sejumlah tuntutan, di antaranya:
- Mencopot Kajari Sibolga Syaiful Alam Yuliastana karena dianggap tidak mampu menuntaskan kasus korupsi.
- Mendesak DPRD Sibolga dan Tapteng membentuk Pansus/Hak Angket atas bobroknya kinerja Kejari.
- Mengusut dugaan korupsi Dana BOS 2024 di beberapa sekolah dan Dana Desa yang diduga merugikan negara ratusan juta rupiah.
- Menuntut transparansi penanganan laporan korupsi sesuai PP RI No.43 Tahun 2018 tentang peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi.
- Meminta Kajari Sibolga mundur secara sukarela bila tak mampu menegakkan hukum.
Sementara itu, perwakilan Kejari Sibolga, Jaksa Augus, yang menemui massa menegaskan semua laporan tetap diproses. “Semua laporan bapak-ibu ditindaklanjuti,” ujarnya singkat.
Aksi ini menjadi sorotan lantaran dugaan kasus korupsi Dana BOS dan Dana Desa di Sibolga–Tapteng telah lama dilaporkan, namun hingga kini masyarakat belum melihat hasil nyata dari Kejaksaan. (Ds)
Editor : Editor Satu