PALUTA, METRODAILY – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Sedikitnya 300 hektare lahan dan kebun masyarakat di Desa Hajoran dan Desa Nabonggal, Kecamatan Padang Bolak, ludes terbakar sejak Selasa (19/8/2025) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Paluta, Lairar Rusdi Nasution, mengatakan kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 16.00 WIB setelah pihaknya menerima laporan warga.
“Yang terbakar itu mulai dari hutan, lalu merembet ke ladang sawit dan karet milik warga. Tidak ada yang tahu secara pasti penyebabnya. Tiba-tiba saja api sudah berkobar,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Baca Juga: Mantan Kajatisu Diperiksa KPK Terkait Proyek Jalan Rp231,8 Miliar di Sumut
Puluhan personel BPBD bersama warga, TNI, dan Polsek Padang Bolak diturunkan untuk memadamkan api. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala besar.
“Pemadaman cukup sulit karena angin kencang dan musim kemarau. Kondisi dedaunan kering membuat api cepat merambat,” tambahnya.
Akibat kebakaran itu, Kota Gunungtua, ibu kota Paluta, kini diselimuti kabut asap tebal. Warga mengaku sulit beraktivitas karena kualitas udara menurun.
Putra Siregar, salah seorang warga, mengatakan dirinya bersama keluarga mendatangi kebun yang terdampak di Desa Nabonggal.
Baca Juga: Video Asusila Viral, Kades Ujung Batu IV Palas Didesak Mundur
“Mungkin sangat sulit dipadamkan apinya, karena faktor angin dan kondisi lahan kering,” katanya melalui sambungan telepon.
Hingga kini, petugas masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi yang terbakar. (net)_
Editor : Editor Satu