SIANTAR, METRODAILY – Puluhan mahasiswa dan warga berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, Jalan Sutomo, Kamis (21/8) pagi.
Aksi tersebut menyoroti dugaan keterlibatan oknum jaksa berinisial HPS yang disebut-sebut melakukan intervensi dalam proses tender proyek pemerintah.
Koordinator aksi, Bill Fatah Nasution, menyebut dugaan intervensi terjadi pada awal Agustus 2025 lalu.
Saat itu, oknum jaksa diduga menemui seorang pejabat di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pematangsiantar dan meminta agar satu perusahaan diarahkan menjadi pemenang tender proyek.
Baca Juga: 3 Tabung Gas Curian Dijual Rp120 Ribu, Pelaku Diamankan dan Berdamai
“Kami mendesak agar oknum jaksa itu segera diperiksa dan diproses sesuai hukum. Ini bentuk pengkhianatan terhadap janji Jaksa Agung yang berkomitmen memberantas jaksa nakal,” tegas Bill dalam orasinya.
Massa juga mendesak agar seluruh pelaksanaan proyek pemerintah di Pematangsiantar berjalan bersih, transparan, dan bebas dari intervensi pihak manapun, termasuk aparat penegak hukum.
Menanggapi aksi itu, Kasi Datun Kejari Pematangsiantar Richard Sembiring menegaskan pihaknya tidak pernah melakukan intervensi terhadap proses pengadaan proyek di lingkungan Pemko.
Baca Juga: Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Diduga Peras Perusahaan Sertifikasi K3
“Kalau teman-teman sudah melapor ke bidang pengawasan, mari kita tunggu hasilnya. Pejabat yang dimaksud saat ini sedang bertugas di Medan,” jelas Richard di hadapan massa.
Aksi unjuk rasa berjalan damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Setelah menyampaikan tuntutan dan mendengar jawaban dari pihak kejaksaan, massa akhirnya membubarkan diri.
Mereka berkomitmen akan terus mengawal proses penyelidikan atas dugaan intervensi oknum jaksa tersebut. (pra/smg)
Editor : Editor Satu