SIMALUNGUN, METRODAILY – Dua unit rumah kontrakan di Huta II Padang Mainu, Nagori Padang Mainu, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, ludes terbakar pada Minggu (10/8/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kebakaran diduga dipicu kelalaian penghuni yang lupa mematikan kompor gas.
Kedua rumah yang terbakar milik Jarianto, masing-masing dihuni oleh Reza Febriandi (29) dan Hermanto (50).
Kapolsek Serbalawan, Iptu Gunawan Sembiring, mengatakan api pertama kali terlihat dari dapur rumah kontrakan yang dihuni Hermanto.
“Berdasarkan keterangan saksi Suratmi (67) dan Putra Irwansyah (34), kepulan asap muncul dari dapur, lalu api cepat membesar. Warga berteriak minta tolong dan bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujarnya.
Babinsa Serda Eko yang berada di lokasi langsung menghubungi pemadam kebakaran. Namun, sebelum bantuan tiba, api sudah melalap seluruh bangunan rumah yang berdempetan.
“Pemadam kebakaran milik PT Bridgestone tiba pukul 16.00 WIB. Mereka memadamkan sisa api dan bara selama sekitar 30 menit,” kata Gunawan.
Polsek Serbalawan yang dipimpin langsung Gunawan bersama tim – Aiptu Paiduk Benny Lumbanraja, Bripka Tigor Manurung, dan Brigadir Samuel R Purba – segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), membuat sketsa lokasi, menyita barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi.
Barang bukti yang diamankan antara lain dua broti sisa terbakar, potongan seng bekas terbakar, satu unit kompor gas yang diduga menjadi sumber api, dan kuali bekas terbakar.
“Kesimpulan sementara, kebakaran terjadi akibat kelalaian korban yang lupa mematikan kompor gas,” tegas Gunawan.
Kerugian material cukup besar. Dua rumah berukuran 12x10 meter dengan konstruksi campuran batu bata, papan, dan dapur tepas mengalami kerusakan total.
Kerugian rumah Reza ditaksir Rp40 juta, rumah Hermanto Rp2 juta, dan bangunan milik Jarianto Rp90 juta. Total kerugian mencapai Rp132 juta.
“Syukurlah tidak ada korban jiwa. Namun, ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memeriksa dan mematikan peralatan dapur sebelum meninggalkan rumah,” ujar Gunawan.
Konstruksi rumah yang sebagian terbuat dari bahan mudah terbakar disebut mempercepat penyebaran api.
Polisi mengimbau warga lebih waspada dalam penggunaan kompor gas dan instalasi listrik untuk mencegah kebakaran. (rel)
Editor : Editor Satu