Diduga Pecah Belah Warga, Plt Lurah Padang Masiang Digeruduk Warga
Editor Satu• Rabu, 6 Agustus 2025 | 12:55 WIB
Warga menggelar aksi demo ke kantor lurah Padang Masiang, meminta Plt Lurah Padang Masiang Hendra Hutauruk dicopot.
TAPTENG, METRODAILY – Puluhan warga Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di kantor lurah, Selasa (5/8/2025). Mereka mendesak Plt Lurah Hendra Hutauruk segera dicopot dari jabatannya.
Massa menilai Hendra tidak mengayomi masyarakat, bahkan dituding memecah belah warga dan bertindak sepihak dalam pengangkatan Raja Adat (Raja Natuatua) tanpa melibatkan tokoh-tokoh adat maupun masyarakat.
“Pemilihan Raja Adat adalah hak masyarakat, bukan sepenuhnya wewenang pemerintah!” teriak salah satu warga saat orasi.
Tak hanya soal adat, warga juga menuntut Hendra bertanggung jawab atas dana kelurahan sebesar Rp100 juta yang disebut telah dicairkan, namun tak jelas realisasinya.
Karena tidak ada perwakilan kelurahan yang menemui, massa melanjutkan aksi ke kantor Camat Barus. Namun, di sana pun tak satu pun pejabat hadir untuk menerima mereka. Akhirnya, massa membubarkan diri dengan tertib usai diberi arahan aparat Polsek Barus.
Hendra Bantah Semua Tuduhan
Dikonfirmasi terpisah, Plt Lurah Hendra Hutauruk membantah semua tuduhan. Ia menyebut dirinya bukan pemecah belah masyarakat, dan penunjukan Raja Adat sudah dilakukan oleh lurah sebelumnya.
“SK saya baru keluar tanggal 16 Juni. Undangan pemilihan Raja Adat itu dibuat lurah lama, sehari setelah saya dilantik,” jelas Hendra.
Ia juga membantah telah mencairkan dana Rp100 juta. Menurutnya, dana kelurahan yang telah diterima baru sebesar Rp50 juta, dan sudah digunakan untuk kegiatan seperti Posyandu dan penanganan stunting, yang masih berjalan hingga kini.
Meski diterpa berbagai tudingan, Hendra mengimbau masyarakat agar tetap bersatu dan tidak mudah diadu domba. (ts)