Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pensiunan Polisi Tewas Mendadak di Samping Kusuk Lulur, Diduga Kena Serangan Jantung

Editor Satu • Selasa, 5 Agustus 2025 | 12:21 WIB

Evakuasi jenazah pensiunan polisi.
Evakuasi jenazah pensiunan polisi.

SIANTAR, METRODAILY – Warga Jalan Tuan Rondahaim Saragih, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, mendadak heboh setelah seorang pria ditemukan tergeletak tak bernyawa di samping Kusuk Lulur Amor, Minggu (3/8) sore.

Korban diketahui adalah Aiptu (Purn) PGM (65), pensiunan Polres Simalungun yang berdomisili di Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Kapolsek Siantar Martoba AKP Restuadi menyebut, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, saksi Endang Kusuma Yanti Nasution melihat korban memarkir mobil pikap Suzuki Carry BK 8991 TS, lalu berjalan ke arah kolam pancing di samping lokasi spa.

Baca Juga: Polres Simalungun Ungkap 110 Kasus Narkoba, Sita 1,1 Kg Sabu

Namun tak lama berselang, PGM terlihat memegangi dada seperti kesakitan dan tiba-tiba duduk sambil meminta tolong.

“Saksi dan warga sekitar langsung memberikan pertolongan. Tapi korban tiba-tiba tak sadarkan diri dan tergeletak,” ungkap AKP Restuadi.

Warga lalu memanggil bidan setempat, Maria Sanna Silalahi, yang memastikan korban sudah tidak memiliki detak jantung alias meninggal dunia.

Pihak Polsek Siantar Martoba bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Pematangsiantar langsung turun ke lokasi dan mengevakuasi jenazah ke RSUD dr Djasamen Saragih.

Baca Juga: Jelang Pagi, Pedagang Kaki Lima di Sekitar Lapangan Adam Malik Ditertibkan

Sekitar pukul 19.00 WIB, anak kandung korban RSG (26) datang ke rumah sakit dan membuat surat pernyataan menolak otopsi, serta menerima jenazah ayahnya untuk dibawa pulang dan disemayamkan di rumah duka.

Dari kantong celana korban, polisi menemukan dompet berisi identitas dan uang Rp1.285.000, serta satu unit HP Infinix warna biru.

“Korban diduga meninggal akibat sakit jantung. Jenazah telah diserahkan ke keluarga karena mereka menolak dilakukan otopsi,” pungkas AKP Restuadi. (rel)

Editor : Editor Satu
#pensiunan polisi #tewas mendadak