1.708 Hektare Lahan Terbakar di Danau Toba, Samosir Paling Parah
Editor Satu• Kamis, 31 Juli 2025 | 13:00 WIB
Mobil damkar melakukan pemadaman api di Puncak Sibodiala. Petugas dari BPBD Sumut dan kabupaten Toba berupaya melakukan penyekatan agar api tidak menjalar hingga Rabu kemarin.
SAMOSIR, METRODAILY – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Danau Toba semakin mengkhawatirkan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumatra Utara mencatat, sebanyak 1.708 hektare lahan hangus terbakar hanya dalam rentang 2 Juni hingga 24 Juli 2025.
Yang paling parah, Kabupaten Samosir menjadi wilayah terdampak terburuk, dengan total 1.052 hektare lahan ludes dilalap api.
“Karhutla paling tinggi di kawasan Danau Toba itu ada di Samosir, disusul Toba,” ungkap Zainuddin Harahap, Kabid Perlindungan, Penegakan Hukum, dan Peningkatan Kapasitas DLHK Sumut, Selasa (29/7/2025).
Berikut sebaran lahan terbakar di kawasan Danau Toba:
Samosir: 1.052 ha
Toba: 240 ha
Simalungun: 105 ha
Humbahas: 163 ha
Dairi: 82 ha
Karo: 63 ha
Taput: 3 ha
Saat ini, kebakaran masih berlangsung di perbukitan Desa Habeahan Naburahan, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare, dan status lahan yang terdampak adalah hutan lindung.