Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Viral! Semburan Lumpur di Samosir, DLH Sumut: Itu Letupan Biasa

Editor Satu • Kamis, 31 Juli 2025 | 12:50 WIB

Semburan air lumpur di Desa Rianiate, Samosir, setelah warga melakukan pengeboran sumur bor.
Semburan air lumpur di Desa Rianiate, Samosir, setelah warga melakukan pengeboran sumur bor.

MEDAN, METRODAILY – Sebuah video memperlihatkan air berwarna keruh dan tampak "bergelembung" seperti mendidih di Desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatare Utara.

Warga setempat khawatir itu mirip dengan kejadian lumpur Lapindo yang menenggelamkan beberapa desa di Sidoarjo. 

Viral itu sempat viral di media sosial, membuat publik khawatir dan berspekulasi adanya aktivitas vulkanik.

Baca Juga: Tiga Kades di Samosir Disebut Terima Aliran Dana Bansos Banjir Bandang, Ini Kata Kejaksaan

Dalam video yang beredar hingga berdurasi lebih dari 1 jam, terungkap bahwa semburan lumpur berwarna abu-abu itu muncul setelah warga melakukan penggalian sumur bor.

Semburan lumpur terlihat sudah menggenangi sekitar semburan hingga berjarak diameter sekitar 5 sampai 10 meter.      

Namun, Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Sumatera Utara membantah tegas klaim tersebut. “Itu bukan air mendidih, tapi air keruh yang menimbulkan letupan biasa. Temperatur air normal, tidak panas,” tegas Abner Tarigan, Kepala UPTD Kualitas Air Danau Toba.

Menurut Abner, video yang beredar tidak menunjukkan tanda-tanda air mendidih atau munculnya air belerang.

Baca Juga: Kejari Sibolga Kembalikan Barang Bukti ke Dua Warga, Ini Daftarnya

Video yang saya lihat tidak cukup jelas untuk menyimpulkan adanya gejala alam ekstrem,” katanya.

Suhu Air Hanya 25-26 Derajat

Abner memastikan bahwa pengukuran suhu air Danau Toba saat ini berada pada kisaran normal, yaitu 25–26 derajat Celsius.

“Tidak ada indikasi peningkatan suhu. Itu air keruh biasa, mungkin karena faktor endapan atau aktivitas di dasar tanah,” ujarnya.

DLHK Sumut pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Sebelum video berakhir, terlihat ada semacam pipa muncul dari semburan. Selanjutnay, seorang pria dewasa dengan berani mendekati mulut semburan dan menarik pipa tersebut.

Tak berapa lama, semburan lumpur berhenti dan lubang terlihat sudah ditimpa sebelumnya dengan batu. Diduga, pengebor sumur mencoba menutupi semburan dengan bebatuan. (net)

 

Editor : Editor Satu
#semburan lumpur