Warga Simalungun Desak Wali Kota Wesly Angkat Budaya Lokal dan Putra Daerah
Editor Satu• Senin, 28 Juli 2025 | 11:55 WIB
Syukuran Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi Bersama PMS.
SIANTAR, METRODAILY – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, mendapat desakan dari Partuha Maujana Simalungun (PMS) agar memberi perhatian lebih kepada putra-putri Simalungun dalam pembangunan daerah.
Permintaan itu disampaikan saat acara syukuran bersama PMS di rumah dinas wali kota, Sabtu (26/7).
Acara yang diawali dengan ritual Maranggir itu bukan sekadar syukuran, tapi juga momen penting mempererat tali silaturahmi antara tokoh adat dan Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Wesly menyebut, kegiatan itu mencerminkan sinergi untuk memperkuat jati diri kota yang majemuk. “Nilai-nilai kearifan lokal yang dijaga PMS merupakan pilar penting menjaga harmoni sosial di Pematangsiantar,” ujar Wesly.
Tak hanya itu, Wesly juga menyinggung prestasi Pematangsiantar sebagai peringkat lima kota paling toleran di Indonesia. “Ini membuktikan keberagaman di kota ini terawat dengan baik,” tambahnya.
Namun di tengah euforia, Ketua DPC PMS Kota Pematangsiantar, Alex Hendrik Damanik, menyampaikan harapan besar kepada sang wali kota. Ia meminta Wesly mendukung lahirnya Perda tentang kearifan lokal, termasuk pelajaran budaya dan bahasa Simalungun di sekolah-sekolah.
“Kami harap SD dan SMP mewajibkan muatan lokal budaya Simalungun. ASN juga diharapkan memakai pakaian adat Simalungun minimal sekali seminggu,” tegas Alex, yang juga anggota DPRD.
Tak hanya soal budaya, Alex mendesak agar putra-putri Simalungun diberi ruang dalam pembangunan. PMS pun siap memfasilitasi Pemko melalui FGD untuk menyusun kurikulum budaya daerah.
Perwakilan DPP PMS, Amsar Saragih, turut menekankan pentingnya eksistensi etnis melalui politik, ekonomi, dan sejarah. Ia bahkan mendorong agar Wesly mendirikan Museum Raja Sang Naualuh Damanik sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur.
Sebagai bentuk dukungan, PMS menyematkan pakaian adat dan menyerahkan makanan khas Simalungun kepada Wesly.
Simbol ini diiringi harapan agar sang wali kota meneladani delapan prinsip luhur Raja Sang Naualuh Damanik: Pengasih, Pelayan, Jujur, Berani, Bertanggung Jawab, Teguh Pendirian, Saling Menghormati, dan Membangun.
Acara syukuran juga dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, Danrem 022/PT Kolonel Inf Agus Supriyono, serta jajaran Forkopimda dan pengurus PMS dari berbagai daerah. (rel)