LABUHANBATU, METRODAILY - Pengurus Infaq Pasar Gelugur Rantauprapat kembali menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim piatu yang berdomisili di Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Jum'at (25/7/2025) di Kantor Kelurahan setempat.
Ketua pengurus Infaq Pasar Gelugur Rantauprapat H Filly Pohan kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salahsatu wujud kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.
"Kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulannya di berbagai Kelurahan yang ada di Kecamatan Rantau Utara dan Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. Ini merupakan kegiatan yang ke-76," ujarnya.
Dia menjelaskan, pada kesempatan ini, ada sebanyak 53 orang anak-anak yatim piatu yang kami berikan santunan masing-masing sebesar Rp. 400 ribu dengan total Rp. 21.200.000.
"Uang yang kami salurkan kepada anak-anak yatim tersebut merupakan uang yang berasal dari uang kotak infaq yang ada di sejumlah titik pasar Gelugur. Uang berhasil terkumpul selama bulan juni 2025 yakni, sebesar Rp. 23.985.000," jelas salahsatu pedagang ayam di Pasar Gelugur itu.
Mewakili pengurus, kami mengucapkan terimakasih kepada para pedagang pasar Gelugur Rantauprapat maupun pengunjung yang rela menyisihkan sedikit rezekinya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim.
"Semoga kebaikan mereka dibalas oleh Allah Subahanallahu wa taala di akhirat kelak," tandas H Filly.
Untuk diketahui, pengurus kotak infaq pasar Gelugur Rantauprapat saat ini adalah, H Filly Pohan (pedagang ayam) sebagai ketua. Kemudian, H Nil Fauzan (pedagang ikan), H Ucok Harahap (pedagang daging sapi).
Selanjutnya, M Yani Ginting (pedagang kerang), Torkis Siregar, Salman Siregar dan Teza Rinaldy Siregar.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan ceramah agama Islam dan ditutup dengan doa bersama yang dibawakan oleh ustad H Sholehuddin MSi.
Diantara ceramahnya, ustad mengajak anak-anak yatim piatu untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subahanallahu seperti melaksanakan sholat wajib 5 waktu, membaca Alqur'an, mengerjakan sunnah, zakat dan berbuat kebaikan kepada sesama.
Karena menurut ustad, mengerjakan ibadah sholat selain menjadi kewajiban umat Islam juga merupakan bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah Subahanallahu wa taala kepada manusia.
Dikisahkan ustad, Rasulullah shallallahu alaihi wa salam terlahir sebagai yatim dan di usia 6 tahun menjadi yatim piatu. Oleh sebab itu, janganlah kita berkecil hati menjadi yatim.
"Untuk anak-anak yatim piatu marilah memperbanyak ibadah dan jangan sampai lupa mendoakan orang tua yang telah tiada agar pahalanya terus mengalir. Kita doakan juga para pedagang pasar Gelugur Rantauprapat agar dimudahkan rezekinya oleh Allah Subahanallahu wa taala," tandasnya ustad.(bud)
Editor : Metro-Esa