Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Topografi Ekstrem hingga Bahan Baku Lokal, Tantangan Program Makan Bergizi Gratis di Simalungun

Editor Satu • Jumat, 25 Juli 2025 | 12:35 WIB

Rapat Sosialisasi Penyelenggaraan MBG di Kabupaten Simalungun.
Rapat Sosialisasi Penyelenggaraan MBG di Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Simalungun tancap gas menyambut Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam Rapat Sosialisasi MBG yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (22/7), sederet tantangan dan potensi daerah mulai dibedah secara serius bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Plt Sekda Albert R Saragih dan diikuti camat serta yayasan dari 32 kecamatan, dengan koneksi daring ke BGN melalui Zoom Meeting.

Baca Juga: Anggota DPRD Tanjungbalai Pukul Perawat di IGD, Viral Karena Terekam CCTV

Camat Dolok Silou, Agusti Ginting, mengungkapkan tantangan berat di wilayahnya, terutama soal topografi ekstrem dan jarak tempuh antarwilayah.

“Jarak dari ujung ke ujung kecamatan bisa mencapai dua jam perjalanan. Ini perlu fleksibilitas pelaksanaan MBG,” ujar Agusti.

Namun, berbeda dengan wilayahnya, yayasan dan pesantren di Kecamatan Bandar Huluan justru mengaku siap melaksanakan program dengan lancar karena akses jalan telah diperbaiki tahun ini.

Baca Juga: Neni Irawati dari Labura Juara 1 Vlog PKK Nasional, Angkat Tema Ekonomi Meroket dari HP

“Berkat pembangunan jalan oleh Pak Bupati, akses antar-kecamatan kini hanya butuh 10–20 menit,” jelas Ustadz Hotmatua Harahap, pimpinan Ponpes Baitussalam.

Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari administrasi dapur MBG, sertifikasi higienitas, fleksibilitas waktu, hingga penggunaan bahan pangan lokal. Menanggapi itu, Enny Indarti, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN, menegaskan:

“Administrasi dulu, baru bangun dapur MBG. Harus sesuai sistem BGN melalui aplikasi Mitra.”

Baca Juga: Dukung Program MBG, Polres Tanjungbalai Periksa Kesehatan Relawan SPPG

BGN, lanjut Enny, akan memantau langsung operasional dapur—mulai dari bahan baku, distribusi, hingga perkembangan anak-anak penerima manfaat. Ia pun mendorong yayasan yang memiliki lahan untuk bertanam sayur dan berternak sebagai penopang bahan pangan bergizi.

Program MBG juga akan diperkuat kehadiran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang baru saja dilantik bulan ini, untuk mendukung pemenuhan gizi nasional.

Bupati Anton Achmad Saragih memastikan Pemkab Simalungun akan maksimal memenuhi semua persyaratan BGN. Ia bahkan mengajak dunia usaha untuk ikut andil.

“Simalungun punya kekayaan alam. Kita siap dukung penuh MBG dan ingin pelajar segera merasakan manfaatnya,” tegas Anton. (esa)

Editor : Editor Satu
#Makan Bergizi Gratis #pemkab simalungun