MADINA, METRODAILY – Sejarah baru tercipta di Mandailing Natal (Madina). Dua lembaga adat besar, Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat Budaya (FPPAB) dan Badan Pemangku Adat dan Budaya resmi dilebur menjadi satu lembaga adat terpadu.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Bupati Madina H Saipullah Nasution dalam rapat kepemangkuadatan di Bagas Godang, Saba Purba, Selasa (22/7/2025).
Dalam forum strategis itu, Bupati Saipullah membacakan lima poin penting. Salah satunya, peleburan dua organisasi adat menjadi satu lembaga tunggal yang diperkuat melalui Perda atau Perbub, serta berada di bawah satu OPD. Ia juga menegaskan lembaga hasil peleburan dilarang keras terlibat politik.
Baca Juga: Gandeng Uniview China, PT Bedage Tawarkan Konsep Smart City Global untuk Siantar
“Ini langkah besar demi pelestarian budaya dan penguatan identitas kita. Budaya Madina harus masuk ke kurikulum, dari PAUD sampai perguruan tinggi,” tegas Saipullah, yang disambut antusias para tokoh adat dan pejabat OPD yang hadir.
Sebelum keputusan diambil, masing-masing lembaga memaparkan visi, misi, dan program kerjanya. Proses diskusi berlangsung hangat dan konstruktif.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ahmad Meinul Lubis menyebut peleburan ini akan memperbesar daya dorong program budaya daerah.
Baca Juga: Honorer Non-Database Kini Bisa Diangkat Jadi PPPK, Ini Syaratnya
Sementara Kadis Sosial Ahmad Duroni Nasution menyarankan nama lembaga berbasis kelembagaan, dan Kabid Kebudayaan Liliana Asaliah menekankan peleburan ini selaras dengan amanat UU No. 5 Tahun 2017.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memberikan dukungan regulasi, anggaran, serta aksi nyata untuk menjaga eksistensi budaya lokal di Madina. (rri)
Editor : Editor Satu