SAMOSIR, METRODAILY – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Danau Toba. Kali ini, api melahap area hutan di Kabupaten Samosir, tepatnya di sekitar Menara Pandang Tele, Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, dan Bukit Sibea-bea, pada Sabtu (19/7) malam.
Kepala Bidang Perlindungan, Penegakan Hukum, dan Peningkatan Kapasitas Dinas LHK Sumut, Zainuddin Harahap, membenarkan peristiwa tersebut. "Iya, kebakaran lagi terjadi di Kabupaten Samosir," ujarnya, Minggu (20/7).
Menurut Zainuddin, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. “Tim karhutla sudah meninjau lokasi kebakaran. Perkembangannya segera kami update,” tambahnya.
Baca Juga: Hadiri Pesta Jubileum GKPI Pearaja, Bupati Tapteng Singgung Perusahaan Bandel
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun Zainuddin menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Ia mengimbau warga dan wisatawan tidak membakar lahan sembarangan, apalagi di musim kemarau.
“Jangan bersihkan ladang dengan cara membakar. Cuaca saat ini panas dan kering, sangat rawan picu karhutla,” tegasnya.
Kebakaran ini bukan yang pertama di lokasi tersebut. Pada 1 Juli 2025, api juga membakar sekitar 100 hektare lahan di area yang sama.
Dampaknya memukul sektor pariwisata, apalagi menjelang revalidasi status Toba Caldera sebagai UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan pada 21–25 Juli 2025.
Kini, perhatian kembali tertuju ke Samosir: Mampukah kawasan ini pulih sebelum penilaian UNESCO berlangsung? (mbc)
Editor : Editor Satu