Kantor PT PP London Sumatra (Lonsum) Indonesia Tbk, Kebun Gunung Malayu.
ASAHAN, METRODAILY – Para satpam atau security PT PP London Sumatra (Lonsum) Indonesia Tbk, khususnya di kebun Gunung Melayu, terus menghadapi ancaman nyata dari para pencuri sawit (sering disebut ninja sawit).
Mereka mengaku sering mendapat intimidasi bahkan tindakan kekerasan saat sedang menjalankan tugas patroli maupun pengejaran di lapangan.
"Saat bekerja di lapangan bang, kami kerap kali mendapatkan tindakan intimidasi bahkan kekerasan dari para pencuri kelapa sawit," ujar sejumlah petugas security yang identitasnya minta dirahasiakan.
Mereka menyebut, beberapa kasus berakhir damai, namun sebagian lainnya masih belum terselesaikan. Kondisi ini membuat mereka meminta manajemen PT Lonsum Gunung Melayu segera menetapkan SOP yang jelas dan komprehensif untuk memberikan perlindungan hukum dan keselamatan bagi para satpam di lapangan.
“Kami butuh perlindungan, hak kami sebagai pekerja juga harus dijamin sesuai undang-undang,” ungkap mereka.
Menanggapi hal tersebut, Manager PT Lonsum Gunung Melayu, H Adi Siswanto menegaskan bahwa manajemen perusahaan tidak tinggal diam. Jika ada petugas satpam yang mengalami kekerasan atau luka saat bertugas, perusahaan siap menanggung biaya perawatan medis sepenuhnya.
"Kami juga selalu mendampingi para satpam membuat laporan ke polisi bila terjadi kekerasan. Kami komit untuk mendukung mereka," jelasnya saat dikonfirmasi via telepon seluler.
Kasus ini mencerminkan pentingnya SOP yang tidak hanya melindungi perusahaan, tapi juga menjaga keselamatan dan hak pekerja lapangan yang berisiko tinggi seperti satpam. (ded)