40 Karhutla Terjadi di Kawasan Danau Toba Selama Januari–Juli 2025
Editor Satu• Senin, 21 Juli 2025 | 14:55 WIB
Salah satu titik kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sianjur Mula-mula.
MEDAN, METRODAILY – Kawasan Danau Toba kembali terancam! Sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2025, sebanyak 40 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat melanda wilayah sekitar UNESCO Global Geopark ini.
Data mengejutkan itu diungkap Sekda Provinsi Sumatera Utara, Togap Simangunsong, saat membacakan arahan Gubernur Bobby Nasution dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di kawasan Geopark Danau Toba, Kamis (17/7), di Aula Raja Inal Siregar, Medan.
“Laporan karhutla terus meningkat. Ini ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati, kualitas udara, dan pariwisata,” tegas Togap, mengutip pernyataan Gubernur Bobby.
Berdasarkan laporan BPBD Sumut, total 80 kejadian karhutla terjadi sejak 1 Januari hingga 13 Juli 2025. Sebanyak 40 kejadian terjadi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang mencakup 7 kabupaten, sementara sisanya di luar KSPN di 14 kabupaten/kota.
Wilayah terdampak karhutla di KSPN antara lain:
Samosir (12 kejadian)
Toba (9)
Karo (8)
Simalungun (4)
Humbang Hasundutan (3)
Tapanuli Utara (2)
Dairi (3)
Sementara di luar KSPN, daerah dengan kejadian terbanyak yakni Tapanuli Tengah (10), Padanglawas Utara (7), dan Sibolga (5).
Rapat turut dihadiri BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Forkopimda, serta kepala daerah dari tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba.
Kawasan Danau Toba yang kaya nilai ekologis, geologis, dan budaya kini berada dalam bahaya. Jika tidak ditangani, karhutla bisa menghancurkan masa depan wisata dan kesehatan masyarakat di kawasan ini. (rel)