TOBA, METRODAILY – Warga Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, kembali menjerit soal kerusakan parah jalan provinsi sepanjang 63 km yang menghubungkan Borbor dengan Kecamatan Nassau hingga perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara (Sipahutar).
Meski sudah puluhan tahun rusak, jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.
“Sudah ganti-ganti presiden, ganti gubernur, tapi jalan kami tetap seperti kubangan kerbau,” keluh M. Pardosi (60), warga Borbor, Rabu (9/7/2025).
Warga lain, Ruksa boru Lubis (59), juga mempertanyakan keadilan pembangunan.
“Pak Prabowo, bendera kami tetap Merah Putih. Pak Bobby, kami bayar pajak ke Pemprov Sumut. Kenapa jalan kami tak pernah diperbaiki?” katanya dengan nada emosional.
Pantauan di lapangan, saat musim hujan jalan berubah jadi lumpur, sedangkan saat kemarau debu tebal menutupi jalan. Kondisi rusak ini juga memicu kecelakaan lalu lintas hingga menelan korban jiwa.
Camat Borbor, James Pasaribu, membenarkan kerusakan jalan Parsoburan–Borbor sudah sering diusulkan melalui Musrenbang dan media sosial, namun belum kunjung terealisasi.
Sementara itu, Asisten II Sekda Kabupaten Toba, Jonni Lubis, menyebut Bupati Effendi S. P. Napitupulu bersama Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus telah menetapkan perbaikan ruas jalan Parsoburan–Borbor sebagai prioritas utama.
“Pak Bupati sudah sampaikan langsung ke Gubernur Sumut dan pemerintah pusat. Usulan ini juga masuk dalam Musrenbang Provinsi Sumut,” tegas Jonni.
Pemkab Toba berharap perbaikan jalan rusak parah di Parsoburan–Borbor dapat direalisasikan pada 2026, agar warga bisa menikmati pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi daerah. (Net)
Editor : Editor Satu