MEDAN, METRODAILY — Sebanyak 355 jemaah haji Kloter 22 Debarkasi Medan tiba dengan selamat di Tanah Air pada Selasa (8/7/2025) pukul 02.01 WIB melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.
Mereka menumpangi Pesawat Garuda Indonesia GIA 3422 setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepulangan jemaah disambut langsung oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Ahmad Qosbi, di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan. Suasana haru menyelimuti prosesi penyambutan yang turut dihadiri keluarga jemaah dan sejumlah pejabat terkait.
Baca Juga: TNI dan Pemkab Simalungun Bangun Jalan Wisata 6,5 Km di Pinggir Danau Toba
“Ahlan wa sahlan. Selamat datang kembali di Tanah Air. Semoga seluruh amal ibadah diterima Allah SWT dan para jemaah mendapat predikat haji mabrur,” ucap Ahmad Qosbi.
Ia juga mengingatkan agar kemabruran haji dijaga dalam kehidupan sehari-hari. “Tunjukkan sikap sebagai haji yang menjadi panutan di tengah masyarakat. Jaga tutur kata, perilaku, dan terus perbanyak amal ibadah,” pesannya.
PPIH Debarkasi Medan, lanjut Qosbi, juga menyampaikan permohonan maaf jika selama proses keberangkatan hingga pemulangan terdapat kekhilafan dalam pelayanan.
Baca Juga: Bersekongkol Simpan Sabu dan Ganja, Pasangan Petani Diciduk di Desa Ketaren
Satu Jemaah Wafat
Kasubbag Humas PPIH Debarkasi Medan Mulia Banurea menyebutkan, jemaah Kloter 22 berasal dari Kabupaten Simalungun dan Kota Medan. Namun, satu jemaah dilaporkan wafat di Tanah Suci atas nama Amalia binti Ismail, asal Kota Medan, yang meninggal pada 22 Juni 2025.
“Sampai kedatangan Kloter 22 ini, total jemaah haji Sumut yang sudah kembali sebanyak 7.877 orang atau 94,34% dari total keseluruhan. Sisanya, 459 jemaah (5,50%) masih dalam proses kepulangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kloter 23 dan 24 yang menjadi kloter terakhir akan tiba pada Rabu (8/7/2025) pukul 05.00 WIB dan 21.25 WIB.
Baca Juga: Hujan Deras Padamkan Karhutla di Samosir, Warga Lega
Turut hadir dalam penyambutan jemaah, Sekretaris PPIH Debarkasi Medan Muhammad Yunus dan Kakankemenag Simalungun Bahrum Saleh. (sya)