SIMALUNGUN, METRODAILY – Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun dan TNI melalui Kodim 0207/Simalungun membuahkan hasil nyata.
Jalan sepanjang 6,5 kilometer yang menghubungkan Kelurahan Sipolha Horisan hingga Huta Siloutu, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, kini sedang dibangun dan hampir rampung hanya dalam dua bulan.
Pembangunan jalan yang dimulai sejak 19 Mei 2025 ini merupakan bagian dari program Karya Bhakti TNI Kodim 0207/Sml, bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan wisata Danau Toba.
Baca Juga: Bersekongkol Simpan Sabu dan Ganja, Pasangan Petani Diciduk di Desa Ketaren
“Dulu warga harus naik perahu kalau mau ke ladang atau ke kota. Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan, ini sangat membantu aktivitas dan perekonomian warga,” ujar Dandim 0207/Sml Letkol Inf Slamet Faozan, saat meninjau lokasi pembangunan bersama Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, Senin (7/7/2025).
Menurut Dandim, jalan yang dikerjakan bersama 60 personel TNI dan 48 warga tersebut kini sudah mencapai 3,5 kilometer, termasuk pemasangan 19 gorong-gorong serta pembangunan drainase di sejumlah titik.
Bupati Anton Achmad Saragih mengaku kagum dengan kecepatan dan kualitas pekerjaan TNI. “Luar biasa cepat. Baru dua bulan, jalan sudah tembus setengahnya. Ini sangat bermanfaat untuk warga dan mendukung promosi wisata Danau Toba,” ungkapnya.
Baca Juga: Hujan Deras Padamkan Karhutla di Samosir, Warga Lega
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat sekitar yang turut aktif dalam proses pembangunan.
Salah satu warga, Rikkot Damanik dari LPM Kelurahan Sipolha Horisan, menyambut baik program ini. Ia berharap jalan tersebut nantinya bisa ditingkatkan menjadi jalan hotmix untuk kenyamanan jangka panjang.
“Terima kasih Pak Bupati dan TNI. Semoga berkah dan bisa berlanjut lagi,” ucapnya penuh syukur.
Turut hadir dalam peninjauan ini Kadis PUTR Simalungun Hotbinson Damanik, Camat Pamatang Sidamanik, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. (ril/NSi)