Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Hujan Deras Padamkan Karhutla di Samosir, Warga Lega

Editor Satu • Selasa, 8 Juli 2025 | 13:30 WIB
Salah satu titik kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sianjur Mula-mula.
Salah satu titik kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sianjur Mula-mula.

SAMOSIR, METRODAILY – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Samosir selama hampir satu jam, Minggu (6/7/2025) sore, berhasil memadamkan sejumlah titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.

Asap tebal yang sebelumnya menyelimuti perbukitan perlahan hilang, memberi kelegaan bagi warga serta pegiat lingkungan yang khawatir karhutla akan merusak ekosistem Danau Toba.

“Meski singkat, hujan ini sangat membantu memadamkan titik api. Warga sudah sangat berharap hujan turun,” ujar Efendy Naibaho, Pemerhati Lingkungan Samosir.

Baca Juga: Kakek 60 Tahun Ditangkap Saat Jualan Judi Togel di Atas Becak

Efendy menilai, kondisi ini seharusnya menjadi momen bagi Pemkab Samosir untuk segera menetapkan status Tanggap Darurat, agar pemerintah pusat bisa turun tangan lebih cepat.

“Jika status Tanggap Darurat ditetapkan, BNPB bisa bantu alat pemadam, sprinkle, tambahan armada damkar, bahkan rekayasa cuaca untuk hujan buatan,” tegasnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Samosir, Rudhimanto Limbong, menyatakan bahwa turunnya hujan secara langsung memadamkan api di empat titik utama:

“Suhu udara juga lebih sejuk. Ini sangat membantu cegah kebakaran susulan,” ujarnya.

Baca Juga: Festival Leluhur Batak Toba Jadi Wisata Edukasi Andalan Danau Toba

Tim damkar tetap siaga di Posko Pangururan dan memfokuskan upaya pada pencegahan kebakaran baru, terutama yang mengancam kawasan permukiman.

Rudhimanto yang juga Plt Kepala Dinas PUPR Samosir menyarankan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dipertimbangkan sebelum menetapkan Tanggap Darurat, demi mendukung perumusan anggaran penanganan dari APBN.

“Tapi untuk permohonan rekayasa cuaca, itu harus segera dilakukan,” ucapnya.

Ia juga mendorong agar BMKG menyampaikan prediksi kemarau secara rinci, sehingga penanganan lebih akurat.

Baca Juga: Wow! Danau Toba Bakal Punya Wisata Pantai Sepanjang 22 KM, Bisa Saingi Bali?

Warga berharap karhutla benar-benar berakhir agar tidak menimbulkan dampak lanjutan seperti penyakit ISPA, atau bahkan mencoreng citra pariwisata Samosir yang menjadi andalan ekonomi lokal.

“Kami ingin udara bersih kembali, agar wisatawan tidak takut datang ke Samosir,” ujar salah satu warga. (net)

Editor : Editor Satu
#karhutla di samosir #hujan deras