SIMALUNGUN, METRODAILY – DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Simalungun secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana PTPN IV, melakukan konversi tanaman dari teh ke tanaman kelapa sawit di lahan HGU di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, tepatnya di Kebun Bah Butong dan sekitarnya.
Ini hasil rapat pengurus setelah mempertimbangan masukan para pengurus dan melakukan kunjungan langsung, disepakati menolak konversi.
Adapun alasannya, GAMKI belum menemukan dokumen kajian lingkungan dan alih fungsi lahan yang berpatokan pada UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Dokumen di PTPN IV diketahui masih dokumen kebun teh. Konversi teh menjadi sawit yang sebelumnya, dilakukan PTPN IV di daerah Panei Tongah, Kecamatan Panei, telah menimbulkan bencana alam banjir di wilayah tersebut, hilangnya sumber air, infrastruktur jalan rusak dan memicu perubahan iklim.
Hal ini juga diperkirakan memicu bencana yang sama pada konversi yang akan dilakukan PTPN IV di Sidamanik.
Ketua DPC GAMKI Simalungun Defri Damanik, Minggu (6/7) mengatakan, tanaman teh memiliki sifat menahan air, penghasil oksigen dan perlunya diversifikasi tanaman untuk ekosistem dataran tingggi serta dapat memacu pengembangan agrowisata yang mempunyai nilai ekonomi tinggi pada masyarakat sekitar.
Sebagai salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia, seharusnya pihak PTPN IV semakin menggeliatkan produksi teh untuk menambah pemasukan negara, bukan malah melakukan pembiaran atau dengan sengaja tidak mengurus kebun teh dengan maksimal.
“GAMKI meminta secara tegas untuk segera menghentikan konversi oleh PTPN IV. GAMKI satu barisan dengan seluruh elemen masyarakat yang menolak konversi dan siap bersama untuk memperjuangkan misi ini dengan aksi nyata. Masyarakat yang menolak rencana konversi ini harus bersatu menyatakan aksi agar masyarakat Sidamanik yang berada di sekitar kebun terhindar dari bencana banjir dan longsor seperti di Panei Tongah,” kata Defri.
“Kami juga meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk komitmen dalam mempertahankan kebun teh yang telah menjadi ikon daerah Kabupaten Simalungun,” katanya.
Defri mengusulkan, untuk meningkatkan ketahanan pangan seperti yang dicita-citakan Presiden Prabowo, tanah PTPN IV lebih baok didistribusikan kepada Rakyat untuk ditanami bahan pangan. Mendistribusikan tanah PTPN IV kepada rakyat dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pertanian, perkebunan, peternakan, bahkan penangkaran lebah madu.(esa)
Editor : Metro-Esa