ASAHAN, METRODAILY – Proyek rabat beton tanpa papan informasi di Dusun 4 Desa Ofa Padang Mahondang, Kabupaten Asahan, menuai perhatian dan reaksi dari berbagai pihak setelah pemberitaannya mencuat ke publik.
Mulai dari Kepala Desa hingga oknum yang mengaku sebagai pengawas dan keluarga pelaksana proyek ikut bersuara, bahkan ada yang meminta agar pemberitaan dihentikan.
Kepala Desa Ofa Padang Mahondang, Julfirman Siagian, saat dikonfirmasi wartawan mengaku bersyukur jalan tersebut bisa dibangun meski dana desa terbatas. Ia mengatakan proyek tersebut memang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa.
Baca Juga: Polsek Serbalawan Sabet Juara Utama Lomba Siskamling se-Polres Simalungun
“Di samping tertuang di RPJM Desaku, jalan usaha tani itu juga penghubung dusun 4 ke dusun 1 dan ke tanah wakaf. Medannya juga cukup sulit, semua serba pakai kereta sorong,” kata Julfirman lewat pesan WhatsApp.
Namun saat ditanyakan soal kualitas pekerjaan, siapa pengawas proyek, hingga ketiadaan papan informasi (plang proyek), Julfirman mengaku baru mengetahui hal itu setelah membaca pemberitaan media.
"Aku baru tahu soal kualitas dan pengawasnya setelah berita abang terbit. Bahkan aku juga tidak tahu siapa yang mengerjakannya, apakah kontraktor atau swadaya,” tulisnya lagi.
Baca Juga: Malam Meriah Hari Bhayangkara, Bupati dan Tokoh Masyarakat Bengkalis Kompak Dukung Polri
Ia juga menyinggung adanya proyek lain di wilayah Padang Mahondang yang disebut berasal dari pokok pikiran anggota dewan (pokir), namun tidak menjelaskan lebih lanjut.
Sementara itu, oknum yang mengaku sebagai pengawas proyek justru meminta agar pemberitaan dihentikan dengan alasan sudah membuat pihak tertentu marah.
“Sudahlah itu bang, jangan dilanjutkan lagi. Buk Juli sudah marah-marah. Di mana kita bisa ketemu ngobrol saja?” ucapnya melalui sambungan telepon.
Nada serupa juga disampaikan oleh oknum yang mengaku sebagai keluarga dari pelaksana proyek. Ia juga menghubungi wartawan dan berharap pemberitaan tidak diperpanjang.
Baca Juga: Naik Pangkat, 21 Personel Polres Tapteng Disiram Air Kembang di Hari Bhayangkara
“Sudahlah itu lae, jangan dilanjutkan. Yang kerja itu family kita,” ujarnya singkat lewat telepon.
Sebelumnya, proyek rabat beton di Dusun 4 disorot karena tidak memiliki papan informasi publik sebagaimana yang diwajibkan dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan dana pemerintah.
Ketiadaan plang proyek tersebut memicu pertanyaan publik terkait transparansi anggaran, pelaksana kegiatan, hingga pengawasan. (ded)