TAPTENG, METRODAILY — Tak hanya Puskesmas Poriaha yang jadi sorotan akibat kualitas bangunan diduga asal jadi. Kini, giliran proyek pembangunan Puskesmas Sarudik yang bikin geger.
Meski pagu anggarannya nyaris sama dengan Poriaha, bangunan Puskesmas Sarudik justru tak kunjung selesai dikerjakan oleh CV Bintang Top Perumahan Sibuluan.
Diketahui, proyek Puskesmas Sarudik punya pagu anggaran fantastis sebesar Rp2.695.644.169. Namun faktanya, hingga saat ini lokasi proyek masih tertutup seng pembatas dan akses masuk juga terkunci.
Baca Juga: 22 Paket Sabu Siap Edar Digagalkan Polisi, Residivis Gondrong Diciduk di Pandan
Kondisi di dalamnya pun memprihatinkan: lantai belum dikeramik, dinding belum diplester, hingga berbagai fasilitas penting seperti wastafel tak kunjung terpasang.
Yang tak kalah mengejutkan, seluruh kusen, daun pintu dan jendela Puskesmas Sarudik hanya menggunakan kayu, berbeda jauh dengan Puskesmas Poriaha yang memakai bahan PVC.
Menurut informasi yang diterima wartawan, proyek ini tak selesai karena dana tak mencukupi untuk menuntaskan pembangunan sesuai gambar. Ironisnya, muncul dugaan terjadi CCO (Change Contract Order) lebih dari 30 persen.
Baca Juga: Dua Pemuda Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk Colt Diesel di Toba
Padahal sesuai aturan, perubahan nilai kontrak maksimal hanya 10 persen, mengacu pada Perpres No. 54 Tahun 2010 yang diperbarui jadi Perpres No. 16 Tahun 2018.
Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Kesehatan Tapteng belum memberikan klarifikasi resmi. Namun wartawan terus berupaya mengkonfirmasi kebenaran dugaan pelanggaran ini.
Apakah ada permainan anggaran di balik mandeknya proyek Puskesmas Sarudik? Publik menunggu jawaban! (ts)
Editor : Editor Satu