SIMALUNGUN, METRODAILY – Nagori Bukit Rejo, Kecamatan Sidamanik resmi ditetapkan sebagai pilot project Nagori Bersih Narkoba (Bersinar) dalam rangkaian Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (26/6).
Pencanangan berlangsung di Kantor BNN Kabupaten Simalungun dan menjadi momentum penting memulai langkah konkret melawan narkoba hingga ke tingkat nagori.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Simalungun AKBP Suhana Sinaga, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, serta Kaban Kesbang Linmas Pemkab Simalungun Arifin Nainggolan.
Baca Juga: Cegah Stunting, Dinkes Siantar Buka Kelas Ibu Hamil & Balita Gratis di Seluruh Puskesmas
“Pencanangan Nagori Bersinar ini bukan sekadar seremonial, tapi wujud nyata komitmen kita menciptakan lingkungan bebas narkoba demi masa depan anak-anak kita,” tegas AKBP Marganda.
Ia menyebutkan program ini sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-79 yang mengusung tema Polri untuk Masyarakat. Polres Simalungun, katanya, telah menyiapkan strategi lengkap—mulai dari penyuluhan intensif (preventif), penindakan tegas (represif), hingga rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.
“Kami tidak akan bergerak sendiri. Sinergi dengan BNN, Pemkab, dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan,” tandasnya.
Baca Juga: Menikah Lagi, Baby Margaretha Nangis Tak Percaya Masih Ada Pria Mau Terima Dirinya
Sementara itu, AKBP Suhana Sinaga menyampaikan bahwa peringatan HANI bukan hanya simbolik, tapi juga momen refleksi nasional atas bahaya laten narkoba.
“Tanggal 26 Juni harus jadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak boleh kendur. Ini perjuangan kolektif,” tegasnya.
Program Nagori Bersinar di Bukit Rejo diharapkan menjadi cahaya perubahan dan percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Simalungun.
Arifin Nainggolan menjelaskan, Bukit Rejo dipilih berdasarkan hasil survei karena menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat tertinggi dalam mendukung program anti-narkoba.
Baca Juga: Sempat Nyaris 100 Kg, Vicky Shu Proses Turunkan Berat Badan
Tahapan program akan dimulai dengan sosialisasi masif, lalu pembentukan tim pengawas berbasis masyarakat yang bertugas menjadi mata dan telinga aparat dalam memantau aktivitas mencurigakan. (rel)
Editor : Editor Satu