TAPTENG, METRODAILY – Gedung Puskesmas Poriaha di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menuai sorotan tajam. Pasalnya, bangunan yang selesai dikerjakan pada 2024 itu sudah mengalami kerusakan parah meski belum lama ditempati.
Pantauan di lapangan, dinding gedung terlihat retak, saluran air pada wastafel bocor, dan pipa air dibiarkan menjulur di atas lantai tanpa ditanam. Bahkan, atap asbes bocor hingga mengganggu kenyamanan tenaga kesehatan yang baru saja mulai berkantor di sana.
Kepala UPTD Puskesmas Poriaha, dr. Hezekiel Sinaga, menyebutkan bahwa mereka baru tiga hari mulai beroperasi di gedung baru tersebut, namun kerusakannya sudah terlihat di berbagai titik.
Baca Juga: Istri Pendeta di Taput Tertipu Eksportir Kopi Gadungan, Rp12 Miliar Raib
“Sudah diperiksa BPK dan Inspektorat. Rekanan disuruh perbaiki, tapi sampai sekarang belum juga dikerjakan,” ungkap Hezekiel, Rabu (18/6/2025).
CV Pemenang Tender Disorot
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini, Sofian Barus, saat dikonfirmasi, hanya menjawab singkat dan melempar tanggung jawab ke Dinas Kesehatan Tapteng.
“Puskesmas Poriaha belum dibayar 100%, tanya saja ke Kadis Kesehatan,” tulisnya lewat pesan singkat.
Baca Juga: Oknum Jaksa Samosir Diduga Lakukan Pungli Rp32 Juta ke Kepala Desa, DPR Buka Posko
Sementara itu, Sekda Tapteng Erwin Hotmansah Harahap, yang juga menjabat Plt. Kadis Kesehatan, membenarkan adanya temuan dari BPK berupa kerugian negara akibat kekurangan volume dan keterlambatan pengerjaan.
BPK, kata dia, sudah menyarankan agar kerugian itu dikembalikan ke kas daerah. Namun, saat ditanya apakah hal itu sudah dipenuhi rekanan, Erwin memilih bungkam.
Berdasarkan data LPSE Kabupaten Tapanuli Tengah, proyek ini bernama Penambahan ruang/renovasi/rehabilitasi Puskesmas Poriaha dengan nilai pagu Rp2.755.000.000 dari APBD Tapteng TA 2024. Pemenang tender adalah CV Fansyuri.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Toba, Diduga Asap Kebakaran Hutan dan Petani Bakar Jerami
Kini, warga mendesak BPK dan aparat penegak hukum untuk turun tangan. Gedung kesehatan bernilai miliaran rupiah yang seharusnya menjadi penunjang pelayanan medis justru terlihat seperti proyek asal-asalan. (ts)
Editor : Editor Satu