MEDAN, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Gus Irawan Pasaribu, secara blak-blakan menyebut sistem pengawasan internal di Pemkab Tapsel masih lemah.
Hal itu ia ungkapkan saat membuka pelatihan Probity Audit yang digelar Badan Diklat PKN Medan, Selasa (10/6/2025), dan diikuti puluhan staf Inspektorat Tapsel.
Meski baru tiga bulan menjabat, Gus Irawan langsung tancap gas membenahi sistem. Menurutnya, sistem pengawasan di pemerintahan belum seketat dunia korporasi yang biasa ia pimpin.
Baca Juga: E-Raport Mulai Diterapkan di Palas, Ratusan Kasek Dibekali
“Di korporasi, audit internal itu terukur dan punya indikator kinerja yang jelas. Di pemerintahan, kita punya SPI (Sistem Pengawasan Internal), tapi implementasinya masih banyak tantangan,” tegasnya.
Gus Irawan mengakui SPI Tapsel sudah berada di level tiga dalam penilaian SPIP. Namun ia menilai, penguatan SDM tetap jadi kunci utama agar pengawasan tidak hanya berjalan saat audit tahunan oleh BPK.
“Jangan terlena dengan predikat WTP. Pengawasan harus jalan setiap hari,” ujarnya tegas di hadapan 29 peserta pelatihan, termasuk 7 CPNS baru.
Baca Juga: Dibuka Lagi, Puskeswan Panyabungan Siap Layani Pengobatan Hewan Setiap Hari
Pelatihan Probity Audit ini, kata Gus, sangat penting untuk menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses pengadaan barang/jasa pemerintah.
Kepala BPK Perwakilan Sumut, Paula Henry Simatupang, juga menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan proses pengadaan sesuai prinsip probity audit sebagaimana diatur dalam Pasal 76 Perpres No. 16 Tahun 2018.
“Kepala daerah harus memastikan pengadaan dilakukan secara jujur dan taat aturan,” tegasnya.
Baca Juga: Oknum PNS Digerebek Warga Saat Berduaan di Rumah Bareng Pria Lain
Pelatihan akan berlangsung selama empat hari, 10–13 Juni 2025, dengan narasumber dari Balai Diklat PKN Medan, BPK Sumut, dan Provinsi Sumatera Utara. Acara juga dihadiri Plt Inspektur Tapsel, Hamdy S Pulungan. (Irs)
Editor : Editor Satu