MEDAN, METRODAILY – Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, Pematangsiantar, dan Kabupaten Simalungun, sejak Selasa pagi (10/6).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena ini dipicu oleh bibit Siklon Tropis 92W di barat Filipina.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Martha Manurung, menjelaskan bahwa pergerakan massa udara dari barat Sumatera Utara menuju timur menyebabkan angin kencang, terutama di wilayah timur pegunungan Bukit Barisan.
Baca Juga: Tiga Nelayan Hilang di Perairan Labuhanbatu, Pencarian Masuki Hari Kelima
“Bagian bawah massa udara memicu hujan di wilayah barat pegunungan, sedangkan wilayah timur mengalami angin kencang dengan kecepatan hingga 22 knot atau sekitar 44 km/jam,” jelas Martha.
Menurutnya, kelembapan udara terpantau cukup rendah, mencapai 51 persen, dan kondisi ini diprediksi berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan. Meski ekstrem, Martha memastikan angin kencang ini tidak berkaitan dengan fenomena puting beliung.
“Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi peningkatan suhu udara, rendahnya kelembapan, dan kencangnya angin,” katanya.
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Medan
Di Kota Medan, angin kencang mengakibatkan pohon besar tumbang di bekas kantor Pos Indonesia, Jalan Sudirman, Kecamatan Medan Polonia. Insiden terjadi sekitar pukul 10.15 WIB dan menimpa bangunan serta dua mobil yang terparkir di lokasi. Beruntung tidak ada korban jiwa.
“Tiba-tiba angin sangat kencang, lalu pohon itu tumbang. Warga panik karena kejadiannya persis di pinggir jalan,” kata Rasyid, seorang saksi mata.
Petugas kepolisian lalu lintas segera mengamankan lokasi dan mengatur arus kendaraan. Sementara tim kebersihan dari Pemko Medan langsung melakukan evakuasi pohon tumbang.
Baca Juga: Dua Nelayan Batubara Ditemukan Tewas Mengambang di Laut
BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Update analisis terbaru akan disampaikan apabila terjadi perubahan kondisi. (int)
Editor : Editor Satu