SIANTAR, METRODAILY — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi memantau langsung pelaksanaan tes urine bagi pelajar dan guru di SMP Negeri 8, Jalan Pane, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Rabu (4/6) pagi.
Di sela kegiatan, Wesly berinteraksi dengan para siswa yang tengah menunggu giliran menjalani tes. Ia mengingatkan pentingnya menjauhi narkoba demi masa depan yang sehat dan cerah.
“Tes urine ini untuk memastikan kalian sehat. Bagaimana bisa belajar dengan baik kalau tubuh tidak sehat?” ujar Wesly di hadapan para siswa.
Baca Juga: Sarang Narkoba di Perumahan DL Sitorus Digerebek, Tiga Pemuda Ditangkap
Wesly juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa Kota Pematangsiantar baru saja meraih peringkat ke-5 sebagai Kota Toleran se-Indonesia.
“Sebelumnya kita di urutan 11. Sekarang naik ke lima besar. Semoga terus membaik,” ujarnya.
Kepala SMPN 8 Pematangsiantar, Anton Parade Silalahi, menyebutkan tes urine diikuti 142 siswa dan 56 guru. Kegiatan ini merupakan kerja sama Pemko Pematangsiantar melalui Badan Kesbangpol dengan BNN Kota Pematangsiantar.
Kepala Badan Kesbangpol Ali Akbar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 tentang fasilitasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika). Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program 100 hari kerja Wali Kota Wesly Silalahi.
Baca Juga: Polres Simalungun Periksa Lagi Tiga Saksi Kasus Pembunuhan Jonres Sinaga
“Tes urine ini sebagai deteksi dini, baik bagi ASN maupun pelajar. ASN adalah garda terdepan, dan pelajar adalah generasi penerus yang harus kita lindungi dari narkoba,” tegas Ali.
Berdasarkan hasil survei nasional, prevalensi penyalahgunaan narkotika pada 2023 mencapai 17,3 persen atau sekitar 3,3 juta penduduk Indonesia usia 15–64 tahun. Dari jumlah itu, sekitar 1,3 juta pengguna berada di Sumatera Utara, menjadikan provinsi ini menempati peringkat pertama dalam jumlah pengguna narkoba.
BNN RI menargetkan prevalensi penyalahgunaan narkoba turun menjadi 1,7 persen pada 2025 dan 1,6 persen pada 2029.
Baca Juga: Polres Simalungun Periksa Lagi Tiga Saksi Kasus Pembunuhan Jonres Sinaga
Ali juga mengungkapkan, dari pemetaan kawasan rawan narkoba oleh BNN Kota Pematangsiantar, terdapat 43 kelurahan masuk kategori bahaya dan 10 kelurahan kategori waspada.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Kesehatan Irma Suryani, Kepala Diskominfo Johannes Sihombing, Plt Kabid PAUD-Dikdas Disdik Darma Bakti Kalbar, Camat Siantar Timur Masa Rahmat Zebua, serta Sub Koordinator Seksi P2M BNN Kota Pematangsiantar Dewi Sartika Tarigan. (leo)
Editor : Editor Satu