TAPSEL, METRODAILY — PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, mencatatkan kontribusi besar kepada negara dan daerah sepanjang 2024 dengan total nilai mencapai USD 108 juta.
Dari jumlah tersebut, USD 53,5 juta dialokasikan sebagai pembayaran royalti, yang terbagi kepada pemerintah pusat (20%), Pemprov Sumatra Utara (16%), serta Kabupaten Tapanuli Selatan dan daerah lainnya (64%).
“Kontribusi ini adalah bagian dari komitmen kami sebagai perusahaan tambang nasional yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” ujar Presiden Direktur PTAR, Muliady Sutio, dalam pembukaan Media Capacity Building PTAR di Samosir, Senin (26/5).
Kinerja positif PTAR juga dibarengi dengan capaian membanggakan di tingkat nasional. Delapan penghargaan berhasil diraih perusahaan pada ajang Good Mining Practice (GMP) 2024 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Salah satunya adalah penghargaan utama sebagai Pemenang Terbaik Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik untuk kategori perusahaan pertambangan komoditas mineral logam.
Penghargaan lain termasuk Trofi Aspek Pengelolaan Konservasi Pertambangan Minerba dan Piagam Aditama untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Inovasi Lingkungan dan Konservasi
Dalam menghadapi tantangan kapasitas waste dan tailings yang semakin terbatas, PTAR kini mulai menerapkan sistem pengelolaan tailings kering (dry tailings).
Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan operasi jangka panjang.
PTAR juga memperluas zona konservasi di Batang Toru untuk melindungi habitat spesies endemik. Bersama sejumlah universitas dan Biodiversity Advisory Panel (BAP), perusahaan mengembangkan riset-riset berbasis sains untuk memantau dampak aktivitas tambang terhadap ekosistem lokal.
Pemberdayaan Warga Jadi Prioritas
Tak hanya mencetak prestasi nasional, PTAR juga menempatkan masyarakat sebagai mitra utama. Pada 2024, perusahaan mengucurkan USD 2,7 juta untuk program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kerja.
Saat ini, 76% dari total tenaga kerja PTAR merupakan warga lokal Tapanuli Selatan dan sekitarnya.
“Kami percaya keberlanjutan adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk masyarakat dan alam,” tutup Muliady. (Rel/mea)
Editor : Editor Satu