Puluhan Siswa SMAN 1 Matauli Dilarikan ke RS, Keracunan atau Alergi?
Editor Satu• Kamis, 8 Mei 2025 | 12:30 WIB
Sanitarian Dinas Kesehatan Tapteng, Agustina Hutauruk.
TAPTENG, METRODAILY – Insiden yang menyebabkan puluhan siswa SMAN 1 Matauli Pandan dilarikan ke RSUD Pandan pada Selasa, 29 April 2025, masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai penyebab utama gangguan kesehatan yang dialami para siswa tersebut.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, detak jantung cepat, panas, keringat dingin, bibir bengkak, sesak napas, dan wajah memerah. Pihak sekolah menyatakan gejala yang muncul diduga akibat reaksi alergi.
Namun, belum keluarnya hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa memicu berbagai spekulasi, termasuk kemungkinan keracunan.
Sanitarian Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Agustina Hutauruk, menjelaskan bahwa alergi dan keracunan merupakan dua kondisi medis berbeda, meski beberapa gejalanya bisa tampak serupa.
“Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang dianggap berbahaya, sedangkan keracunan terjadi ketika tubuh terpapar zat beracun yang dapat merusak organ,” ujar Agustina di Pandan, Selasa (6/5).
Gejala alergi, kata dia, umumnya berupa gatal, ruam, hidung tersumbat, atau reaksi berat seperti anafilaksis. Sementara keracunan lebih sering ditandai dengan mual, muntah, diare, sakit kepala, hingga gangguan organ.
Meski demikian, Agustina menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam kapasitas untuk mengomentari langsung insiden di SMAN 1 Matauli. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada hasil investigasi dan uji laboratorium yang sedang berjalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Kesehatan mengenai hasil laboratorium penyebab insiden tersebut. (Zatam)