TAPTENG, METRODAILY – Longsor yang terjadi di Dusun II, Desa Tapian Nauli IV, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), nyaris memutus akses jalan utama yang menghubungkan sejumlah desa.
Erosi akibat aliran sungai diduga menjadi penyebab utama tergerusnya badan jalan tersebut.
"Kalau hujan deras turun, bukan hanya jalan ini bisa putus, tapi juga aliran air bisa langsung masuk ke permukiman warga. Ini sangat berbahaya," ujar Henri, warga setempat, Jumat (2/5/2025).
Kondisi mengkhawatirkan itu mendorong anggota DPRD Tapteng dari Panitia Khusus LKPJ turun langsung ke lokasi. Rombongan dipimpin Ketua Fraksi Gerindra Deni Herman Hulu bersama anggota dewan lainnya, Antonius Hutabarat (NasDem), Abdul Rahman Sibuea (PKB), dan Wira Sandi (PAN).
Baca Juga: Nabung 12 Tahun, Pasutri Tukang Gigi Asal Taput Akhirnya Berangkat Haji
Setelah melihat langsung kerusakan jalan, Deni mendesak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum agar segera mengambil langkah cepat.
“Saya sudah mengusulkan agar perbaikan jalan ini segera masuk dalam perencanaan. Jangan sampai ada korban dulu baru bertindak. Ini akses penting yang dilalui warga dari Tapian Nauli IV, Aloban, Bair, dan Mela Dolok. Anak-anak sekolah pun hanya bisa lewat jalan ini,” kata Deni.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi aspal di ruas jalan itu sudah sangat memprihatinkan, bahkan sebagian besar permukaan jalan kini hanya menyisakan batu-batu besar yang menyulitkan kendaraan.
Baca Juga: Sepasang Kekasih Tewas Ditabrak Bus di Jalinsum Dairi
"Jalan ini belum pernah diperbaiki selama hampir 20 tahun. Kalau memang perlu pakai dana APBD, harus segera dilakukan," tegasnya.
Kepala Desa Tapian Nauli IV, Simri Hutagalung, mengapresiasi kehadiran para anggota DPRD. Ia berharap usulan perbaikan jalan segera direalisasikan mengingat urgensi dan risikonya bagi keselamatan warga.
Hal senada juga disampaikan J. Hutagalung (60), warga setempat. Ia berharap pemerintah tak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur desa mereka.
"Kalau dibiarkan, bukan cuma jalan yang makin parah, tapi banjir bisa menghantam rumah kami," katanya. (dh)
Editor : Editor Satu