Sampel Makanan dan Muntahan Siswa SMAN 1 Matauli Dikirim ke Lab
Editor Satu• Jumat, 2 Mei 2025 | 12:45 WIB
Sanitarian Dinas Kesehatan Tapteng, Agustina Hutauruk.
TAPTENG, METRODAILY — Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah mengonfirmasi bahwa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa SMAN 1 Matauli Pandan telah dikirim ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara di Medan untuk diuji.
Sanitarian Dinas Kesehatan Tapteng, Agustina Hutauruk, mengatakan sampel yang diperiksa mencakup nasi, ikan, sayuran, air minum, gorengan bakwan, serta muntahan siswa. Semua sampel tersebut dikirim sehari setelah insiden terjadi.
“Kita sudah kirimkan kemarin. Saat ini masih menunggu hasil dari laboratorium provinsi,” kata Agustina saat ditemui di kantornya, Rabu (30/4/2025).
Menurutnya, hasil uji laboratorium diperkirakan baru keluar dalam dua minggu ke depan. Selama itu, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti dari gejala mual, muntah, dan pusing yang dialami 27 siswa.
Sebagai langkah pencegahan lanjutan, tim Dinas Kesehatan Tapteng juga telah melakukan inspeksi ke ruang dapur dan ruang makan sekolah.
Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa setiap hari pihak sekolah harus menyediakan 1.254 porsi makanan untuk siswa asrama, yang dikelola oleh enam penjamah makanan dan delapan penyaji.
“Kami juga memberikan pembinaan tentang standar kelayakan, legalitas, dan regulasi penyediaan makanan di asrama,” ujar Agustina.
Diketahui sebelumnya, puluhan siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makan siang yang disediakan pihak sekolah, dan 6 orang di antaranya sempat menjalani rawat inap di RSUD Pandan. Kasus ini masih dalam penyelidikan. (Zatam)