SIMALUNGUN, METRODAILY – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025, pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Simalungun menyuarakan kekecewaannya terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Simalungun yang dinilai tidak menunjukkan perhatian terhadap momen penting tersebut.
SBSI berencana menyampaikan langsung aspirasi mereka dalam audiensi ke Pemkab Simalungun minggu depan.
Ketua Umum SBSI Simalungun, Ramlan Sinaga, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada tanda-tanda dari Pemkab untuk memperingati Hari Buruh.
Padahal, menurutnya, buruh merupakan salah satu penggerak utama ekonomi di daerah yang kontribusinya tidak bisa diabaikan.
“Hari Buruh adalah momen penting, tidak hanya bagi buruh tapi juga bagi pemerintah untuk menunjukkan kepedulian. Tapi yang kami lihat, sejauh ini Pemkab seperti diam saja, seolah tidak ada apa-apa. Ini tentu membuat kami bertanya-tanya,” ujar Ramlan saat diwawancarai pada Kamis (24/4/2025).
Ironisnya, lanjut Ramlan, tahun lalu Pemkab Simalungun justru sempat menyelenggarakan kegiatan Hari Buruh yang cukup meriah di lapangan bola kaki Dolok Batu Nanggar, dengan melibatkan serikat buruh, OPD hingga pejabat pemerintahan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa tahun ini peringatan serupa tidak terlihat gaungnya?
“Tahun lalu bisa kok dibuat kegiatan. Artinya pemerintah daerah pernah punya perhatian. Nah sekarang malah sepi sekali, tidak ada kabar, tidak ada ajakan, padahal buruh itu tetap ada dan tetap bekerja untuk daerah ini,” tambahnya.
Ramlan menjelaskan bahwa ribuan buruh yang bekerja di sektor perkebunan, industri, dan jasa di Simalungun telah lama berkontribusi pada pembangunan daerah.
Karena itu, menurut SBSI, sudah sepantasnya pemerintah daerah hadir dan terlibat, setidaknya dengan menyelenggarakan kegiatan simbolik sebagai bentuk apresiasi.
Ramlan juga membandingkan situasi ini dengan langkah yang diambil Pemerintah Kota Pematang Siantar. Di kota tetangga tersebut, peringatan Hari Buruh akan digelar secara terbuka di Lapangan Adam Malik dengan dukungan penuh dari Dinas Tenaga Kerja sebagai panitia pelaksana.
Hal ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa pemerintah bisa hadir dan bekerja sama dengan buruh dalam suasana yang positif.
“Kami sangat menghargai apa yang dilakukan Pemkot Siantar. Itu bentuk kepedulian dan keterbukaan. Kami berharap Pemkab Simalungun juga bisa menunjukkan sikap yang sama,” kata Ramlan.
Melalui audiensi yang dijadwalkan pada Senin, 26 April 2025, SBSI ingin menyampaikan aspirasi secara langsung dan berharap adanya respons positif dari Pemkab Simalungun.
SBSI membuka ruang dialog untuk kerja sama yang lebih baik ke depan, namun juga berharap Pemkab tidak terkesan mengabaikan peran buruh dalam pembangunan daerah.
“Kami datang bukan untuk menekan, tapi ingin bicara dari hati ke hati. Serikat buruh itu bukan lawan, justru bisa jadi mitra jika pemerintah mau membuka pintu kerja sama,” ujar Ramlan.
Ramlan berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun dapat segera memberikan tanggapan yang positif dan membangun terhadap rencana audiensi ini.
Surat permohonan resmi telah disampaikan, dan SBSI berharap surat tersebut benar-benar sampai ke pihak yang berwenang agar segera direspons dengan langkah nyata.
Menurut Ramlan, ini adalah momentum penting bagi Pemkab untuk menunjukkan kepedulian dan membuka ruang dialog bersama para buruh yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.(meg)
Editor : Metro-Esa