SIANTAR, METRODAILY – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi langsung memikul kayu salib dalam prosesi Jalan Salib memperingati Jumat Agung, Jumat (18/4/2025) siang.
Prosesi yang digelar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Pematangsiantar bekerja sama dengan Pemko Pematangsiantar itu dimulai dari Kampus Universitas HKBP Nommensen hingga Balai Kota di Jalan Merdeka.
Didampingi istrinya, Ketua TP PKK Liswati Wesly Silalahi, Wesly ikut berjalan bersama rombongan dan menerima giliran terakhir memikul salib menuju titik akhir prosesi di depan Balai Kota.
Baca Juga: Fun Run XFAST Warnai HUT ke-154 Kota Pematangsiantar
Prosesi dilanjutkan dengan adegan penyaliban simbolik, lalu ibadah dan refleksi di area Parkir Pariwisata Jalan Merdeka.
“Kegiatan ini bukan sekadar ritual, tapi perenungan agar kita sebagai umat Kristiani dapat menjadi garam dan terang dunia,” ujar Wesly dalam sambutannya.
Wesly juga mengajak generasi muda untuk memahami makna pengorbanan Yesus Kristus dan berkontribusi bagi kemajuan kota. Ia bahkan membuka kesempatan bagi pemuda yang ingin menjalin komunikasi dengan putrinya, Olivia Nur Octora Silalahi—dosen di Manchester University, Inggris, yang telah memegang hak paten metode diagnosis kanker menggunakan urine.
Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Frengky Boy Saragih, yang turut hadir, menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum untuk merenungkan penderitaan Kristus dan memperkuat spiritualitas masyarakat.
Baca Juga: Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Jalan Cokro, Tiga Pria Diamankan
Pdt Kartono Pasaribu dari GPdI menilai kegiatan ini menunjukkan kekompakan lintas gereja dan menjadi awal baik bagi kekristenan di kota tersebut.
Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Muktar B Panjaitan juga menyatakan apresiasinya terhadap partisipasi Wesly dalam kegiatan keagamaan yang melibatkan generasi muda dan berbagai organisasi.
Sementara itu, Ketua DPC GAMKI Kota Pematangsiantar Hendra Simanjuntak mengungkapkan kegiatan sempat diragukan bisa digelar. Namun Wesly, yang saat itu tengah berada di Bengkalis untuk ziarah ke makam Raja Sang Naualuh Damanik, menegaskan prosesi harus tetap dilaksanakan.
“Momen ini adalah ajakan untuk refleksi dan dukungan terhadap kepemimpinan Wali Kota Wesly yang terbuka untuk semua kalangan,” ujar Hendra.
Baca Juga: Bobby Nasution Masak Ayam Andaliman di Parapat, 200 Kg Daging Dibagikan ke Warga
Prosesi diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Pdt Sunggul Pasaribu, dilanjutkan penyerahan salib dari senioren GAMKI kepada Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi. (adv)
Editor : Editor Satu