Pelajar Terdampak Bencana Banjir Terima Seragam Sekolah
Editor Satu• Selasa, 8 April 2025 | 15:39 WIB
Wali Kota Letnan Dalimunthe didampingi Kadis Sosial Zufri Nasution serahkan pakain kepada warga dan seragam sekolah kepada korban banjir dan tanah longsor di Kel.Ujung Padang.
SIDIMPUAN, METRODAILY – Pemerintah Kota Padangsidimpuan menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pendidikan bagi anak-anak terdampak bencana.
Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, didampingi Kadis Sosial Zufri Nasution, menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada pelajar korban banjir dan longsor di Kelurahan Aek Tampang dan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Minggu (6/4).
Sebanyak 52 setelan pakaian untuk warga Aek Tampang dan 48 seragam sekolah untuk siswa SD, SMP, dan SMA di Ujung Padang disalurkan secara langsung dalam kegiatan tersebut. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam sektor pendidikan.
“Anak-anak adalah masa depan kita. Bencana tidak boleh menjadi penghalang mereka untuk melanjutkan pendidikan. Seragam ini bukan sekadar pakaian, tapi bentuk dukungan agar mereka tetap percaya diri dan semangat kembali ke sekolah,” ujar Wali Kota Letnan dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya menjaga hak anak untuk tetap mendapatkan akses pendidikan, terutama dalam situasi krisis. Selain itu, Letnan juga memastikan bahwa pemerintah akan terus hadir melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari logistik hingga pendampingan psikososial.
“Kita tidak hanya bicara bantuan jangka pendek. Langkah selanjutnya adalah perbaikan infrastruktur serta pendampingan mental dan emosional untuk anak-anak yang trauma akibat bencana,” tambahnya.
Antusiasme tampak dari raut wajah para pelajar dan orang tua yang hadir. Banyak di antara mereka mengaku sangat terbantu karena seragam sekolah merupakan kebutuhan mendesak di tengah keterbatasan ekonomi akibat dampak bencana.
Kegiatan ini menandai semangat gotong royong dan kepedulian pemerintah dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam proses pemulihan, terutama di sektor pendidikan yang krusial untuk masa depan daerah. (irs)