Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Frekuensi Banjir Serbelawan Meningkat, Pemkab Simalungun Siapkan Langkah Darurat

Editor Satu • Selasa, 8 April 2025 | 12:25 WIB

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih meninjau lokasi banjir di Pasar Bawah Serbelawan.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih meninjau lokasi banjir di Pasar Bawah Serbelawan.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Pasar Bawah Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar, kembali dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Sikkam usai hujan deras yang terjadi berulang dalam sepekan terakhir.

Lebih dari 100 rumah warga terendam. Fenomena ini menandai perubahan pola banjir yang kini lebih sering dan tak lagi hanya terjadi saat musim penghujan.

Pemkab Simalungun bergerak cepat dengan menyiapkan langkah penanganan darurat serta mendorong dialog lintas sektor bersama perusahaan perkebunan yang berada di hulu aliran sungai.

Baca Juga: Jalur Vital, Polisi Amankan Jalur Longsor di Parapat–Siantar

“Kondisi ini tidak bisa dianggap biasa. Dulu banjir terjadi setahun sekali, sekarang hujan sebentar pun sudah banjir. Kami segera lakukan langkah jangka pendek dan siapkan forum bersama pihak-pihak terkait untuk solusi jangka panjang,” ujar Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, saat meninjau langsung lokasi banjir, Jumat (4/4).

Tokoh pemuda Dolok Batunanggar, Salman Abror, menyoroti perubahan lingkungan di hulu yang diduga mempercepat aliran air ke permukiman. Ia berharap pemerintah memfasilitasi pertemuan resmi dengan pihak PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate dan PTPN IV Dolok Ilir.

“Kami ingin ada bendungan penahan, pintu air, pengerukan sungai, dan penataan ulang sistem drainase. Perlu juga solusi untuk sampah, karena TPA belum memadai,” kata Salman, mewakili aspirasi warga.

Baca Juga: Jaringan Sabu di Simalungun Terbongkar Lewat Laporan Warga

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Anton menyampaikan Pemkab akan memulai penanganan jangka pendek dengan memperbaiki dinding sungai yang jebol. Untuk jangka panjang, ia menegaskan perlunya kerjasama multipihak, termasuk perusahaan perkebunan dan instansi lingkungan.

“Kami akan undang semua pihak dalam waktu dekat. Penanganan banjir seperti ini tidak bisa sepihak dan tidak boleh ditunda-tunda,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, Pemkab juga menyalurkan bantuan logistik seperti beras, minyak goreng, mie instan, dan bahan pokok lainnya kepada warga terdampak, melalui Dinas Sosial.

Baca Juga: Jaringan Sabu di Simalungun Terbongkar Lewat Laporan Warga

Anton juga mengingatkan pentingnya peran warga menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Sampah kecil kalau dibuang sembarangan bisa menumpuk dan memperparah banjir. Kita mulai dari yang sederhana, jaga kebersihan lingkungan kita sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Camat Dolok Batunanggar Supardi menyampaikan banjir kali ini merendam 120 unit rumah. Ia berharap rencana koordinasi lintas pihak dapat segera terlaksana setelah dua kali upaya mediasi sebelumnya belum menemukan titik temu. (leo)

Editor : Editor Satu
#Serbelawan banjir