Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jelang Mudik Lebaran, Jalan Nasional Batas Tapteng-Tapsel Masih Rusak dan Sempit

Editor Satu • Rabu, 26 Maret 2025 | 14:10 WIB

Kondisi jalan nasional batas Tapteng - Tapsel yang rusak dan sempit.
Kondisi jalan nasional batas Tapteng - Tapsel yang rusak dan sempit.

TAPTENG, METRODAILY – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, kondisi jalan nasional batas Tapanuli Tengah (Tapteng) - Tapanuli Selatan (Tapsel) masih memprihatinkan.

Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Sibabangun, Tapteng, di mana jalan berlubang, retak, dan aspal mengelupas membentang di sepanjang ruas jalan di Kelurahan Sibabangun.

Kondisi ini semakin berbahaya karena di beberapa titik terdapat gundukan aspal tinggi, yang menyulitkan kendaraan roda empat maupun roda dua saat melintas.

Jika tidak hati-hati, pengendara bisa mengalami benturan pada bumper mobil atau bahkan kecelakaan bagi pengendara motor yang melindas gundukan.

Baca Juga: Polres Asahan Musnahkan 11,69 Kg Sabu

Selain itu, minimnya penerangan jalan umum (PJU) menambah risiko kecelakaan, terutama bagi pemudik yang melintas pada malam hari.

Padahal, penerangan jalan merupakan komponen penting untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama di jalur utama penghubung Kota Padangsidempuan dan Kota Sibolga ini.

Kondisi jalan nasional yang rusak ini mendapat sorotan dari Anggota DPRD Tapteng, Madayansyah Tambunan, yang mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara untuk segera melakukan perbaikan sebelum puncak arus mudik Lebaran.

Baca Juga: Bakhtiar Sibarani Berbagi Zakat Kepada 1.000 Warga Sibolga

"Sampai hari ini, ruas jalan nasional di Kelurahan Sibabangun masih belum diperbaiki. Kita minta BBPJN Sumut segera bertindak agar tidak menghambat kelancaran arus mudik," ujar Madayansyah Tambunan, Selasa (25/3/2025).

Selain rusak, ruas jalan nasional batas Tapteng - Tapsel juga dinilai terlalu sempit. Sebagai jalan arteri primer yang melayani perjalanan jarak jauh, seharusnya jalan ini memiliki lebar minimal 9 meter.

Namun, faktanya, lebarnya hanya sekitar 5 meter, sehingga sulit untuk menampung kendaraan yang meningkat saat arus mudik.

"Ada sekitar 3 km jalan yang rusak dan sempit, ditambah dengan ketiadaan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Ini yang menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas. Kita berharap BBPJN Sumut segera mencari solusi agar arus mudik berjalan lancar dan aman," pungkasnya. (ztm)

Editor : Editor Satu
#perbatasan Tapteng Tapsel #jalan perbatasan