Rapat yang berlangsung di Aula Pratidina, Polres Padangsidimpuan, ini dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Dr. Wira Prayatna dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan.
"Rakor ini bertujuan memperkuat sinergi antara kepolisian, TNI, serta Pemerintah Kota Padangsidimpuan dalam memastikan keamanan dan kelancaran selama Idulfitri 1446 H," ujar AKBP Wira.
Kapolres menegaskan bahwa Operasi Ketupat Toba akan difokuskan pada pengamanan arus mudik, antisipasi kemacetan, serta keamanan di lokasi wisata dan tempat ibadah.
Poin-poin utama yang dibahas dalam rakor:
Penempatan Pos Pengamanan & Pos Pelayanan di titik-titik strategis.
Rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di jalur-jalur utama.
Pengamanan objek wisata & pusat keramaian selama libur Lebaran.
Koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait manajemen parkir dan transportasi.
Dukungan layanan kesehatan 24 jam dari Pemko Padangsidimpuan.
"Kami menerima masukan dari berbagai pihak terkait kondisi jalan, titik rawan macet, serta kesiapan tempat ibadah untuk pelaksanaan Salat Id," tambahnya.
Pemkot Pastikan Layanan Kesehatan Selama Operasi Ketupat
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, H. Harry Pahlevi Harahap, menegaskan dukungan penuh Pemkot terhadap Operasi Ketupat Toba 2025.
"Salah satu bentuk dukungan kami adalah memastikan pelayanan kesehatan 24 jam selama periode operasi. Hal ini penting untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin terjadi," ujar Harry.
Operasi Ketupat Toba 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Maret hingga 8 April 2025, dengan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, hingga relawan.
Dengan kesiapan yang matang, diharapkan perayaan Idulfitri di Kota Padangsidimpuan berlangsung aman, nyaman, dan kondusif. (Irs)