TAPTENG, METRODAILY – Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) diguncang serangkaian gempa susulan setelah gempa kembar melanda Tapanuli Utara (Taput) pada Selasa (18/3).
Hingga pukul 23.59 WIB, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I mencatat sebanyak 21 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara M2.0 hingga M3.7.
Gempa pertama yang terasa signifikan terjadi pada pukul 20.48 WIB dengan kekuatan M3.7.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Dr. Hendro Nugroho, ST., M.Si., mengungkapkan bahwa episenter gempa berada di darat, sekitar 21 km tenggara Tapanuli Utara, pada koordinat 1.86° LU dan 99.08° BT, dengan kedalaman hanya 1 km.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Toru.
Getaran dirasakan cukup kuat di Pandan dengan skala intensitas III–IV MMI.
- Skala III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seperti ada truk besar yang melintas.
- Skala IV MMI: Pada siang hari, dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar. Getaran menyebabkan jendela dan pintu berderik serta gerabah pecah.
Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian gempabumi kembar yang terjadi di Tapanuli Utara pada hari yang sama.
Sejak kejadian pertama, hingga pukul 23.59 WIB tercatat 21 kali gempa susulan dengan magnitudo minimum M2.0 dan maksimum M3.7.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tetapi tidak panik dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi dampak lebih lanjut. (Rel/mea)
Editor : Editor Satu