Banjir Rendam 3 Kecamatan di Tapsel, Ratusan Warga Mengungsi
Editor Satu• Selasa, 18 Maret 2025 | 12:50 WIB
Warga dan petugas BPBD melakukan pembersihan material banjir yang merendam rumah warga.
TAPSEL, METRODAILY – Sebanyak 223 rumah di Kabupaten Tapanuli Selatan terendam banjir setelah Sungai Batang Angkola meluap pada Kamis (13/3) malam.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk tiga rumah yang rusak parah dan dua jembatan gantung yang putus.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara melaporkan bahwa bencana ini melanda tiga kecamatan, yaitu Angkola Muaratais, Batang Angkola, dan Sayur Matinggi, dengan total sembilan desa terdampak.
Beberapa desa yang terkena dampak paling parah di antaranya adalah Desa Pargumbangan, Sorimanaon, dan Pangaribuan di Kecamatan Angkola Muaratais.
Sementara di Kecamatan Batang Angkola, banjir melanda Desa Siture, Hurase, dan Sigulang Losung. Di Kecamatan Sayur Matinggi, Desa Bange, Silaiya, dan Aek Libung (Aek Sijorni) ikut terdampak.
Selain merusak rumah warga, banjir juga menyebabkan lumpuhnya akses transportasi, terutama di Jalan Nasional yang melintasi Desa Aek Libung. Air yang merendam jalan menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas, mempersulit distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan.
Selain berkoordinasi dengan pemerintah setempat, BPBD juga mendirikan posko pengungsian dan melakukan pendataan terhadap korban terdampak.
"Saat ini ada 19 kepala keluarga atau sekitar 76 jiwa yang mengungsi. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka, namun banyak warga yang kehilangan harta benda," ujar Sri Wahyuni.
Sejumlah warga yang rumahnya terendam kini mulai membersihkan lumpur dan material banjir dari rumah mereka dengan bantuan petugas BPBD dan relawan.
Meskipun banjir di beberapa titik telah surut, pemulihan pasca-bencana masih berlangsung, dan warga berharap adanya bantuan untuk memperbaiki rumah serta infrastruktur yang rusak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (ant)