LABURA, METRODAILY – Pimpinan Pondok Pesantren Islamiyah Gunting Saga, Tuan Guru Drs. H. Asan Maksum, MA, menggelar safari Ramadan di Masjid Assahada Sidua-Dua, Dusun 5, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara, Minggu (16/3/2025).
Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah seorang Muslim.
Tuan Guru Asan Maksum menjelaskan bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antar sesama. Salah satu aspek penting dalam interaksi sosial adalah menjaga ucapan agar tidak menyakiti orang lain.
Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 71 Pekerja Migran Ilegal di Perairan Batubara
“Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: 'Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir’ (QS. Qaf: 18). Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Beliau juga mengutip hadits Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa seorang Muslim yang paling utama adalah yang mampu menjaga lisan dan tangannya dari perbuatan buruk terhadap orang lain (HR. Bukhari).
Dalam kesempatan itu, Tuan Guru mengingatkan bahwa puasa Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak baik.
Baca Juga: Pengedar Sabu Dibekuk di Halaman Hotel di Rantau Utara
“Rasulullah SAW bersabda: 'Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor atau berbuat kebodohan. Jika ada yang mencaci atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: Aku sedang berpuasa’ (HR. Muslim),” jelasnya.
Beliau menegaskan bahwa perkataan dusta, gibah, dan adu domba bisa merusak pahala puasa seseorang. “Orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia berpuasa meskipun ia menahan lapar dan haus,” tambahnya, mengutip hadits riwayat Bukhari.
Ketua BKM Masjid Assahada, Irwanto, mengapresiasi safari Ramadan ini sebagai momen meningkatkan kualitas ibadah. Ia berharap semangat ibadah tidak hanya terbatas di bulan Ramadan, tetapi terus dijaga sepanjang tahun.
Baca Juga: Pasca Longsor Banjir di Parapat, Akses Dialihkan Dari Simpang Palang-Sitahoan
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Agusman Tanjung menekankan bahwa ibadah bukan sekadar ucapan dan perbuatan, tetapi juga membutuhkan hati yang khusyuk. Ia juga mengapresiasi anak-anak didikan Pondok Pesantren Islamiyah Gunting Saga yang tampil dengan bacaan Al-Qur’an yang merdu.
“Mari kita manfaatkan momentum Ramadan untuk membiasakan diri beribadah dengan lebih baik. Saya juga mengajak para orang tua untuk memasukkan anak-anaknya ke pesantren Islamiyah Gunting Saga, agar mereka mendapat pendidikan agama yang lebih baik,” tuturnya.
Safari Ramadan ini menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki akhlak, terutama dalam menjaga lisan. (gus)
Editor : Editor Satu