Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Panitera Diduga Lecehkan Mahasiswi, Mahasiswa Tuntut PN Sibolga Bertindak

Editor Satu • Jumat, 14 Maret 2025 | 14:20 WIB

Sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan PN Sibolga
Sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan PN Sibolga

SIBOLGA, METRODAILY – Sejumlah mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) Sibolga-Tapanuli Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Sibolga, Rabu (12/3/2025).

Mereka menuntut Mahkamah Agung dan Ketua PN Sibolga bertindak tegas terhadap seorang panitera yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi magang di lembaga peradilan tersebut.

Aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut pemecatan tidak hormat terhadap oknum panitera sesuai ketentuan hukum dan kode etik pegawai peradilan.

Baca Juga: Salib Hangoluan 45 Meter di Samosir, Ikon Wisata Religi Bertaraf Dunia

Mereka juga meminta PN Sibolga bersikap transparan dalam mengusut kasus ini serta menjamin perlindungan bagi korban.

"Kami mendukung penuh Ketua PN Sibolga untuk menuntaskan dugaan pelecehan ini. Oknum tersebut harus diberhentikan secara tidak hormat agar marwah lembaga peradilan tetap terjaga," ujar Anggiat Marito, Ketua DPD CMMI Sibolga-Tapteng.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua PN Sibolga, Hendra Utama Sotardodo, menyatakan dukungannya terhadap tuntutan mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Mahkamah Agung, dan saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung.

Baca Juga: Bulog Sibolga Siapkan Strategi Stabilisasi Stok dan Harga Beras

"Kami telah menyampaikan laporan, dan pimpinan dari Mahkamah Agung sudah turun ke Sibolga untuk melakukan pemeriksaan. Saat ini, kami masih menunggu hasilnya," ungkap Hendra.

Aksi ini merupakan demonstrasi kedua yang dilakukan oleh mahasiswa terkait kasus yang sama. Sebelumnya, mereka telah menggelar aksi serupa pada 25 Februari 2025.

Dengan tekanan publik yang semakin meningkat, diharapkan Mahkamah Agung segera mengambil langkah tegas untuk memastikan keadilan bagi korban serta menjaga kredibilitas lembaga peradilan. (dh)

Editor : Editor Satu
#pelecehan #mahasiswa demo