Todung Mulya Lubis Soroti Kerusakan Sungai Batang Natal Akibat Tambang Ilegal
Editor Satu• Kamis, 13 Maret 2025 | 10:30 WIB
Praktisi hukum tingkat nasional asal Mandailing Natal (Madina), Todung Mulya Lubis
MADINA, METRODAILY – Praktisi hukum nasional asal Mandailing Natal (Madina), Todung Mulya Lubis, menyoroti kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu Sungai Batang Natal.
Dalam unggahan di media sosialnya, Todung membagikan foto sungai yang kini tampak keruh, jauh berbeda dari kondisi alaminya yang dulu jernih.
Ia menyayangkan dampak buruk aktivitas tambang ilegal ini terhadap masyarakat di wilayah hilir, terutama yang menggantungkan hidup pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan mencari nafkah.
"Sungai Batang Natal dulu sangat jernih, kini berubah akibat keserakahan tangan-tangan nakal. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum seharusnya tidak tinggal diam," tulis Todung dalam unggahannya.
Lebih lanjut, Todung meminta Kapolda Sumut dan Kapolri turun tangan menertibkan PETI di Madina, mengingat dugaan pembiaran dari aparat setempat.
Dugaan keterlibatan residivis kasus PETI kembali mencuat dalam investigasi yang dilakukan tim di lapangan.
Seorang warga Kecamatan Batang Natal yang enggan disebutkan namanya menyebut AAN, seorang eks tersangka tambang ilegal yang pernah diamankan Polda Sumut, kini kembali beroperasi di Ujung Kampung Sipogu, berbatasan dengan Desa Ampung Padang.
"Benar bang, AAN diduga masih bermain di Ujung Kampung Sipogu, di lahan milik Cepin. Tapi kami tidak tahu siapa rekan-rekannya," ujar warga tersebut, Senin (10/3/2025).
Saat dikonfirmasi terkait aktivitas tambang ilegal ini, Kapolsek Batang Natal, AKP Hendra Siahaan, tidak merespons panggilan telepon tim. Bahkan, pada upaya ketiga, nomor teleponnya sudah tidak aktif.
Sementara itu, Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh, melalui Plh. Kasi Humas Polres Madina, Iptu Bagus Seto, memberikan tanggapan singkat.
"Terima kasih atas informasinya, kita akan segera cek kebenarannya," ujar Iptu Bagus Seto, yang juga menjabat KBO Satreskrim Polres Madina.
Hingga kini, masyarakat masih menantikan langkah konkret aparat dalam menertibkan tambang ilegal yang semakin merusak lingkungan di Madina. (Net)