Kondisi permukaan air Danau Toba yang telah naik hingga 2 meter.
METRODAILY - Naiknya permukaan air Danau Toba hingga merendam berbagai fasilitas publik dan properti warga dalam tiga bulan terakhir mendapat perhatian serius dari Bupati Toba, Effendi Napitupulu.
Pemerintah Kabupaten Toba berencana menggelar pembahasan lintas sektoral untuk mencari solusi terhadap fenomena ini.
"Dampak naiknya permukaan air telah meresahkan masyarakat dan Pemkab Toba, karena beberapa fasilitas sudah terendam," ujar Effendi, Kamis (6/3).
Effendi menjelaskan bahwa setelah penyelesaian pembahasan efisiensi anggaran dan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Toba, pemerintah akan mengadakan diskusi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatra Utara (BWS Sumut).
BWS Sumut berwenang terhadap pengelolaan Sungai Toba-Asahan, serta PT Inalum sebagai pengelola aliran air ke hilir.
"Kami akan duduk bersama untuk mengetahui penyebab pasti naiknya permukaan air hingga lebih dari dua meter dan mencari solusi terbaik," katanya.
Fenomena kenaikan air Danau Toba ini telah berlangsung sejak Desember 2024 dan menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir.
Effendi berharap melalui kajian bersama, pemerintah dapat menemukan langkah konkret guna mengatasi masalah ini dan mencegah dampak lebih luas. (Net)