MADINA, METRODAILY – Puluhan jamaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami nasib tragis setelah gagal berangkat ke Tanah Suci dan sempat telantar di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dugaan kelalaian atau penipuan oleh pihak travel mencuat setelah salah satu keluarga jamaah membagikan kisah pilu ini melalui media sosial.
Enita Eriani Batubara, warga Batang Natal, Madina, mengungkapkan kekecewaannya karena kedua orang tuanya menjadi korban dalam peristiwa ini.
"Menangis saya memikirkannya. Sedih kami semua anak-anaknya. Itu hasil jerih payah orang tua kami yang dikumpulkan sejak lama," tulisnya dalam unggahan di media sosial, dikutip Rabu (5/3).
Berdasarkan keterangan Enita, jamaah berangkat dari Madina pada Sabtu (22/2) menuju Medan. Mereka dijanjikan terbang ke Arab Saudi pada Senin (24/3).
Namun keberangkatan ditunda dengan alasan ada urusan administrasi jamaah yang belum selesai. Pihak travel kemudian menjanjikan keberangkatan keesokan harinya.
Namun, pada Selasa (25/3), saat jamaah sudah berada di Bandara Kualanamu, pihak travel kembali menunda keberangkatan dengan dalih tiket pesawat belum tersedia.
Jamaah pun dibawa ke sebuah pesantren untuk menunggu hingga Rabu (26/3), tetapi mereka kembali gagal berangkat.
Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya pada Kamis (27/2), jamaah diberangkatkan ke Kuala Lumpur dalam dua kelompok—perempuan berangkat pagi, sementara laki-laki pada malam hari.
Namun, sesampainya di Malaysia, mereka dikumpulkan di sebuah hotel dan kembali mendapat janji keberangkatan pada Jumat (28/3). Nyatanya, tiket tak kunjung tersedia.
Merasa kecewa dan tak mendapat kepastian, jamaah akhirnya berembuk dan memutuskan pulang ke Indonesia pada Minggu (2/3). Hingga kini, pihak travel yang mengatur perjalanan tersebut belum memberikan klarifikasi resmi dan sulit dikonfirmasi.
Baca Juga: Polsek Tanah Jawa Intensifkan Patroli Dialogis Jelang Berbuka Puasa
Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Madina menyatakan belum menerima laporan resmi terkait dugaan penipuan atau kelalaian yang menyebabkan jamaah gagal berangkat.
"Belum ada laporan masuk ke kami," ujar Kasi Humas Polres Madina, Ipda Bagus Seto.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan travel umrah bermasalah yang kerap merugikan jamaah. Hingga kini, jamaah yang menjadi korban masih menunggu pertanggungjawaban dari pihak travel terkait pengembalian dana dan penyelesaian kasus ini. (sc)
Editor : Editor Satu