DANAU TOBA METRODAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa debit air Danau Toba berpotensi terus meningkat hingga Maret 2025 akibat curah hujan tinggi yang masih akan terjadi di kawasan tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas hujan yang merata di tujuh kabupaten sekitar Danau Toba menyebabkan permukaan air naik hingga 2,5 meter.
Kondisi ini menggenangi permukiman warga, merendam fasilitas wisata, dan mengancam sejumlah infrastruktur di sekitar danau.
Baca Juga: Terlihat Mulus, tapi Jalan Laguboti-Tambunan Ternyata Bergelombang
"Curah hujan di kawasan Danau Toba masih tergolong tinggi dan diperkirakan akan berlanjut hingga bulan depan. Potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di sekitar perairan danau juga masih cukup besar," kata BMKG dalam peringatan cuaca terbaru.
Di Pantai Bulbul Balige, salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Toba, kenaikan permukaan air membuat pasir putih yang menjadi daya tarik utama nyaris tak terlihat.
Sejumlah pondok wisata terendam air, memaksa pengelola memasang tanggul darurat dari karung pasir.
"Biasanya wisatawan ramai datang, tapi sekarang sepi. Banyak warung tutup karena air sudah masuk ke area wisata," ujar Lambok Simangunsong, pengelola Pantai Bulbul Balige.
Dampak serupa juga dirasakan warga Desa Harian, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. Gerusan air mengancam bangunan di sekitar danau, termasuk halaman kantor desa yang nyaris ambruk.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko banjir dan erosi akibat tingginya debit air.
Selain itu, BMKG juga menyoroti perlunya upaya mitigasi jangka panjang, seperti pelestarian hutan di daerah tangkapan air untuk mengurangi dampak banjir di masa depan.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah tanggap darurat untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dari naiknya permukaan air Danau Toba. (Net)
Editor : Editor Satu