SIANTAR, METRODAILY - Perayaan Cap Go Meh di Kota Pematangsiantar dimeriahkan Pawai Barongsai dan Naga Liong. Pawai dilepas Wali Kota Pematangsiantar Susanti Dewayani bersama Forkopimda dari Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka, Rabu (12/2) malam.
Susanti menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pawai tersebut. Cap Go Meh, katanya, merupakan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek setiap tanggal 15 di bulan pertama penanggalan Tionghoa atau dua minggu setelah Tahun Baru Imlek.
“Cap Go Meh satu di antara tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang sudah seharusnya dilestarikan dan dirayakan. Selain berkumpul dan makan bersama keluarga, pagelaran Pawai Naga juga tak lepas dari perayaan Cap Go Meh,” katanya.
Tujuan pawai tersebut, lanjutnya, identik dengan harapan agar di tahun yang baru kehidupan semakin baik, makmur, sehat, dan panjang umur.
“Pawai Barongsai dan Naga Liong di saat Cap Go Meh berperan sebagai cara atau ritual untuk menolak bala atau musibah yang akan datang. Sedangkan jika dilihat dari unsur budayanya, tentu pagelaran ini memiliki nilai ekonomi dan dapat menarik minat wisatawan,” sebut Susanti.
Sementara itu, Sekretaris Walubi Siantar-Simalungun Chandra mengatakan pihaknya menampilkan Naga Liong dari Vihara Avalokitesvara, berkolaborasi dengan Polres Pematangsiantar.
“Ini kedua kalinya di Sumut ada kolaborasi dengan TNI-Polri. Mari tetap kita pertahankan toleransi dengan malam terindah di Cap Go Meh, membaur dengan semua Masyarakat,” terangnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempertahankan toleransi di Kota Pematangsiantar.
Pertunjukan Barongsai dan parade mobil hias semakin menyemarakkan Perayaan Cap Go Meh di Kota Pematangsiantar. (leo)
Editor : Editor Satu