Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Belasan Oknum Masyarakat Ganggu Operasional TPL Sektor Simalungun

Editor Satu • Selasa, 11 Februari 2025 | 20:23 WIB
Lokasi pabrik Toba Pulp Lestari.
Lokasi pabrik Toba Pulp Lestari.

SIMALUNGUN, METRODAILY — PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) saat ini menjalankan aktivitas operasional berupa pemanenan dan penanaman di seluruh areal konsesi perusahaan.

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Rencana Kerja Umum (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disetujui pemerintah, guna memastikan pasokan bahan baku pabrik tetap terpenuhi.

Namun, disayangkan sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat adat Ompu Umbak Siallagan kembali memasuki kawasan konsesi TPL Sektor Aek Nauli, Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, pada Senin (10/2).

Kedatangan belasan orang ini bertujuan menghentikan aktivitas operasional dengan menerobos masuk, berteriak secara provokatif, dan memancing emosi petugas keamanan di lapangan.

"Padahal, perusahaan sedang menyiapkan lahan untuk penanaman bibit eukaliptus yang kini memasuki daur ke-enam (sekitar 25 tahun)," kata Salomo Sitohang, Corporate Communication Head PT Toba Pulp Lestari, dalam rilisnya yang diterima MetroDaily, hari ini.

Dalam aksinya, oknum masyarakat tersebut juga mencoba menanam bibit padi dan jagung di areal konsesi yang telah diolah oleh perusahaan.

Berdasarkan informasi di lapangan, gangguan terhadap aktivitas operasional perusahaan ini terjadi hampir setiap hari.

Pihak TPL membantah isu pengerusakan tanaman masyarakat dan pengerusakan sumber air di arel konsesi.

Hal ini ditandai dengan adanya tanaman palawija di areal konsesi perusahaan dan perusahaan juga selalu menjaga sumber air yang berada di areal konsensi agar tetap terlindungi dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, perusahaan segera meminta petugas keamanan melakukan tindakan pengamanan secara persuasif dan meminta massa untuk meninggalkan lokasi.

"Perlu diketahui, sebelum melakukan aktivitas operasional, TPL telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait," kata Salomo.

TPL menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya secara legal berdasarkan izin resmi dari pemerintah sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan bahan baku jangka panjang.

Sebagai perusahaan penghasil pulp, TPL juga aktif mendorong kemitraan dengan masyarakat melalui berbagai program.

Program kemitraan ini telah diterapkan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di beberapa lokasi area konsesi, seperti di Nagahulambu dan Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

"Selain itu, perusahaan secara proaktif mendukung masyarakat lokal melalui program Community Development (CD) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pengembangan bisnis kewirausahaan desa dan peningkatan sistem pertanian berkelanjutan," lanjutnya.

Beberapa contoh nyata keberhasilan program ini antara lain panen cabai dari program tumpang sari (intercrop) dengan tanaman eukaliptus oleh KTH Dolok Parmonangan, serta panen ubi kayu oleh KTH Saborang Mulana pada tahun 2024.

TPL terus berkomitmen memperkuat pola kemitraan agar masyarakat sekitar merasakan manfaat positif dari kehadiran perusahaan.

TPL juga mengedepankan dialog terbuka sebagai solusi damai dalam menghadapi tantangan sosial, tanpa tindakan yang dapat merugikan semua pihak," tutupnya. (Rel)

Editor : Editor Satu
#toba pulp lestari #Aksi Warga